Bawang Merah Dan Telur Ayam Ras Sumbang Deflasi Terbesar Di Februari 2019

oleh

Kudus, isknews.com  – Menurut data yang dihimpun Badan Penghitungan Statistik (BPS) Kabupaten Kudus, pada bulan Febuari kota kretek mengalami deflasi sebesar 0.21 persen. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala BPS Kudus, Rahmadi Agus Santosa.

Ilustrasi grafik deflasi yang di sebabkan sumbangan kenaikan indeks bawang putih dan telur ayam ras (foto: YM)

“Bulan februari 2019 Kudus alami deflasi sebesar 0,21% dengan harga indeks konsumen (IHK) sebesar 140,97. Deflasi terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh turunnya indeks kelompok pengeluaran bahan makanan sebesar 0,77% dan kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,30%,” jelasnya.

Ditambahkannya, kelompok yang mengalami kenaikan indeks harga yaitu kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,17% dan kelompok sandang sebesar 0,02%.

TRENDING :  Tak Ada Pangkalan, Angkot Menara Padati Ruas Jalan Kyai Telingsing

Sementara untuk komoditas yang memberikan sumbangan terbesar terhadap terjadinya deflasi adalah bawang merah, telur ayam ras, beras, bensin dan daging ayam ras. Sedangkan untuk komoditas yang memberikan sumbangan inflasi terbesar adalah kangkung, bawang putih, cabai rawit, daging ayam kampung dan air kemasan.

TRENDING :  Hartopo Apresiasi Kegiatan Budaya di Kudus Yang Mampu Dongkrak Potensi Ekonomi Desa

Untuk Nasional, lanjut dia, pada bulan Pebruari lalu mengalami deflasi sebesar 0,08% dan Jawa Tengah mengalami deflasi sebesar 0,30%. Diungkapkannya, di Jawa Tengah ada enam kota yang mengalami deflasi yakni Tegal, Kota Semarang,  Purowkerto, Cilacap, Kudus dan Surakarta.

Dimana Tegal mengalami deflasi tertinggi. Yakni sebesar 0,44% dengan IHK sebesar 131,18. Kemudian diikuti Kota Semarang sebesar 0,37% dengan IHK sebesar 132, 50. Lalu Kota Purwokerto sebesar 0,26% dengan IHK sebesar 131,74 disusul Kota Cilacap 0,25% dengan IHK 137,83.

TRENDING :  Antisipasi “PUNGLI” Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar Gunakan E- Money

Setelah itu Kota Kudus sebesar 0,21% dengan IHK sebesar 140,97 dan Kota Surakarta sebesar 0,11% dengan IHK sebesar 129,67. Masih kata Rahmadi, laju inflasi tahun kalender sebesar 0,04% sedangkan laju inflasi “year to year” (Pebruari 2019 terhadap Pebruari 2018) sebesar 1,56%. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :