Bayi Ditinggal di Kebun Pisang Pasuruhan Kidul, Polres Kudus Buru Orang yang Meninggalkannya

oleh -346 Dilihat
Foto: Dok. Polres Kudus

KUDUS, ISKNEWS.COM – Polres Kudus melalui Polsek Jati tengah memburu pihak yang diduga meninggalkan seorang bayi laki-laki di area kebun pisang tepi jalan di Desa Pasuruhan Kidul, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. Bayi tersebut ditemukan warga dalam kondisi hidup pada Jumat (4/9/2026) dan kini mendapat penanganan sementara.

Penemuan bayi itu terjadi di kawasan Perum Griya Pura Sejahtera yang berbatasan dengan area kebun pisang. Keberadaan bayi yang ditemukan di sekitar permukiman tersebut sontak membuat warga sekitar geger.

Warga yang mengetahui kejadian tersebut kemudian segera mengevakuasi bayi ke salah satu rumah warga. Penanganan awal dilakukan untuk memastikan bayi berada di tempat yang aman dan mendapatkan perhatian yang diperlukan.

Mendapat laporan dari masyarakat, petugas Polsek Jati langsung mendatangi lokasi. Polisi melakukan pengecekan di tempat kejadian sekaligus menggali informasi dari warga yang berada di sekitar lokasi penemuan.

Kapolres Kudus AKBP Wahyu Sulistyo melalui Kapolsek Jati AKP Subkhan mengatakan, kepolisian juga telah berkoordinasi dengan Puskesmas Jati serta bidan desa terkait kondisi kesehatan bayi.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Kepala Puskesmas Jati dan bidan desa. Untuk sementara, bayi dititipkan kepada warga yang juga memiliki bayi agar mendapatkan perawatan dan perhatian yang memadai,” ujar AKP Subkhan, Jumat (4/9/2026).

AKP Subkhan menjelaskan, penempatan bayi untuk sementara kepada warga dilakukan sembari polisi melanjutkan proses penyelidikan. Kepolisian masih mengumpulkan informasi untuk mengetahui pihak yang meninggalkan bayi tersebut.

Polisi juga berupaya merangkai kronologi kejadian berdasarkan keterangan yang diperoleh dari masyarakat. Penyelidikan dilakukan untuk mengetahui bagaimana bayi tersebut bisa berada di kebun pisang dan siapa yang terakhir meninggalkannya.

“Kami akan melakukan penyelidikan untuk mengetahui siapa yang meninggalkan bayi tersebut dan memastikan kronologi sebenarnya,” tegasnya.

Dalam proses tersebut, petugas telah menghimpun sejumlah informasi awal dari warga sekitar. Keterangan masyarakat menjadi salah satu bahan bagi kepolisian untuk menelusuri keberadaan orang tua maupun pihak lain yang mengetahui peristiwa tersebut.

AKP Subkhan mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi berkaitan dengan penemuan bayi agar segera menyampaikannya kepada polisi. Menurutnya, informasi dari warga dapat membantu mempercepat pengungkapan kasus tersebut.

Di sisi lain, bayi laki-laki tersebut masih mendapatkan perawatan sementara dari warga yang memiliki bayi. Penanganannya tetap dikoordinasikan dengan Puskesmas Jati dan bidan desa untuk memastikan kondisinya terpantau.

Polres Kudus memastikan penyelidikan akan terus dilakukan hingga pihak yang meninggalkan bayi tersebut dapat diketahui. Selain mengungkap kronologi kejadian, kepolisian juga menempatkan keselamatan dan pemenuhan hak bayi sebagai prioritas dalam proses penanganan. (AS/YM)