Kudus, isknews.com – Pondok Pesantren Assa’idiyyah Kudus kembali mendapatkan kepercayaan dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) untuk menerima program Beasiswa Santri tahun ajaran 2025–2026. Sebanyak 25 santri kelas XII MA Salafiyah Ahmad Said yang tengah mempersiapkan diri masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) ditetapkan sebagai penerima bantuan pendidikan tersebut.
Program beasiswa resmi dibuka oleh Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (Kasi PD Pontren) Kemenag Kabupaten Kudus, Afif Noor, S.Ag.
Pembukaan beasiswa turut disaksikan anggota DPRD Kudus dari Fraksi Kebangkitan Bangsa, Safu’an, S.Ag, M.Pd., Sabtu (29/11/2025).
Acara tersebut juga dihadiri Kepala MA Salafiyah Ahmad Said, Kepala SMK Assaidiyyah 1 Kudus, Kepala SMP IT Assaidiyyah, Direktur Pendidikan Yayasan Assaidiyyah AlQudsy, serta Pimpinan Ponpes Assa’idiyyah Kudus.
Dalam sambutannya, Afif Noor menegaskan bahwa kepercayaan BAZNAS kepada Ponpes Assa’idiyyah untuk kedua kalinya menjadi bukti konsistensi pesantren dalam meningkatkan mutu pendidikan santri.
“Ponpes Assa’idiyyah memiliki komitmen nyata dalam mempersiapkan generasi yang kompetitif dan berpendidikan tinggi,” ujarnya.
Program Beasiswa Santri BAZNAS 2025 ditujukan bagi santri berprestasi yang memiliki kendala ekonomi dalam menggapai pendidikan tinggi. Bantuan yang diberikan meliputi biaya bimbingan belajar, try out, buku persiapan tes masuk PTN, hingga biaya pendaftaran jalur Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK), yakni yang nilainya digunakan untuk seleksi masuk perguruan tinggi melalui jalur SNBT.
UTBK menjadi syarat utama agar santri dapat mendaftar dan bersaing di PTN tujuan mereka.
Direktur Pendidikan Yayasan Assaidiyyah AlQudsy, Sulebi, M.Pd, menyampaikan rasa syukur atas kembali diberikannya amanah dari BAZNAS. Ia mengatakan bahwa program ini bukan sekadar bantuan biaya pendidikan, tetapi juga bentuk dorongan moral yang membuat santri semakin percaya diri menghadapi persaingan masuk perguruan tinggi.
Sulebi menambahkan, pihak yayasan terus memastikan bahwa setiap santri penerima beasiswa memperoleh pendampingan akademik yang intensif.
“Pendampingan tersebut mencakup pembinaan belajar, latihan soal, serta evaluasi rutin agar santri siap menghadapi tes berbasis komputer yang menjadi penentu jalur SNBT tersebut,” terangnya.
Ia juga menegaskan bahwa program beasiswa ini sejalan dengan komitmen besar Assa’idiyyah dalam mencetak lulusan berdaya saing tinggi.
Menurutnya, kesiapan akademik dan karakter adalah dua fondasi penting yang terus ditanamkan kepada seluruh santri.
Selain itu, ia berharap program ini dapat menjadi motivasi bagi santri lainnya untuk meningkatkan prestasi.
Menurutnya, keberhasilan para penerima beasiswa akan menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya agar tak ragu bermimpi kuliah di kampus terbaik di Indonesia.
“Semoga program ini melahirkan generasi berprestasi dan berakhlak mulia yang siap menyambut Indonesia Emas,” tandas Sulebi. (YM/YM)










