Kudus, ISKNEWS.COM – Belajar tak melulu harus berada di bangku sekolahan. Memegang pensil kemudian menulis di atas lembaran putih dari penjelasan guru. Belajar juga bisa dilakukan sambil bermain, atau pun menyambangi tempat yang bisa mendapatkan ilmu baru.
Seperti yang dilakukan siswa-siswi SD NU Nawa Kartika Kudus. Sebanyak 170 siswa didampingi gurunya menyambangi Kantor PLN Area Kudus, pada Selasa (13-03-2018). Mereka datang dalam rangka pembelajaran lapangan tentang energi listrik.
Salah seorang guru pendamping, Arina mengatakan, pembelajaran lapangan sangat diperlukan untuk menunjukkan kepada para siswa kondisi sebenarnya yang ada di PLN. Dengan adanya kunjungan ini bisa menambah wawasan dan membuat anak semakin tertarik dengan ilmu kelistrikan.
“Dengan siswa diberikan kesempatan melihat langsung alat-alat yang dimiliki PLN, bisa membuat anak semakin tertarik mempelajari ilmu listrik dan bisa jadi nantinya mereka akan fokus mempelajarinya. Sehingga ketika besar nanti bisa jadi ada yang meneruskan dan menjadi ahli kelistrikan,” ujarnya.
Kedatangan ratusan siswa tersebut disambut langsung Manajer PLN Area Kudus, Darmadi. Dia menyampaikan terima kasih atas kepercayaan dari pihak SD NU Nawa Kartika, yang telah mempercayakan PLN Area Kudus untuk pembelajaran lapangan siswanya.
“Kami berharap, meskipun hanya sekilas saja ilmu yang didapat, tapi itu sudah menjadi kebanggan tersendiri bagi PLN Area Kudus. Sebab ini merupakan apresiasi yang luar biasa dari pelanggan, khususnya SD NU Nawa Kartika yang telah percaya pada kami,” ucapnya.
Sementara itu, Koordinator Kehumasan PLN Area Kudus, Muhdam Azhar menjelaskan, selain pembelajaran dalam kelas, para siswa juga diberikan kesempatan melihat secara langsung proses bisnis yang ada di PLN.
“Meliputi loket pelayanan, ruang dispatcher, ruang pengaturan kwh meter, serta melihat kecanggihan mobil untuk Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB),” ungkapnya.
Terlihat selama materi PDKB berlangsung, para siswa tampak antusias melihat alat yang dimiliki PLN. “Selain melihat proses bisnis, para siswa juga dikenalkan alat-alat elektronik seperti motor listrik dan kompor induksi, yang selain hemat energi juga lebih ramah lingkungan.” pungkasnya. (MK/RM)







