Kudus, isknews.com – Wakil Bupati Kudus, Bellinda Birton, meninjau langsung kondisi pengungsi terdampak banjir di Desa Gulang dan Desa Payaman, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Jumat malam (16/1/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan layanan kesehatan, konsumsi, serta kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi dengan baik.

Saat meninjau posko pengungsian di Desa Gulang, Bellinda memastikan bahwa kondisi para pengungsi dalam keadaan sehat. Ia juga mengecek keberadaan pos kesehatan serta ketersediaan makanan bagi warga terdampak banjir.
“Alhamdulillah di sini pos kesehatannya ada, makannya juga baik, dan Alhamdulillah sehat semua,” ujarnya.
Bellinda menyampaikan bahwa berdasarkan data dari puskesmas, memang terdapat pengungsi yang sempat mengalami gangguan kesehatan. Namun, yang bersangkutan telah dipindahkan dan mendapatkan perawatan langsung di puskesmas.
Dalam kunjungannya, Bellinda juga memberikan perhatian khusus kepada anak-anak yang berada di pengungsian. Ia menyerahkan bantuan berupa jajanan, susu, mainan, hingga buku-buku bacaan agar anak-anak tetap bisa belajar dan melakukan kegiatan positif meski berada di posko.
“Di sini banyak anak-anak, jadi kita kasih jajan, susu, mainan, dan buku-buku supaya mereka tidak bosan dan tetap bisa belajar. Harapannya anak-anak tetap produktif dan melakukan kegiatan yang positif,” tuturnya.
Ia juga mengimbau warga untuk segera mengungsi apabila kondisi banjir mengancam rumah mereka, demi keselamatan bersama.
“Kalau air sudah mau masuk rumah, saya minta langsung mengungsi saja. Insya Allah di tempat pengungsian akan diurus oleh pemerintah, kesehatannya dipantau dan makanan juga disediakan, jadi aman dan nyaman,” pesannya.
Bellinda menambahkan, pengelolaan posko pengungsian di Kabupaten Kudus sejauh ini berjalan baik dan disesuaikan dengan kapasitas masing-masing lokasi.
“Alhamdulillah dapur umum dan layanan kesehatan berjalan baik. Terima kasih kepada relawan yang membantu memasak dan mengurus para pengungsi,” ucapnya.
Berdasarkan data terbaru Posko Pengungsian Desa Gulang per Jumat (16/1/2026) pukul 19.18 WIB, tercatat sebanyak 207 jiwa dari 76 kepala keluarga mengungsi. Jumlah tersebut terdiri dari 89 laki-laki dan 118 perempuan. Rinciannya, sebanyak 128 orang dewasa, 29 lansia, 28 anak-anak, dan 22 balita. Para pengungsi berasal dari Desa Gulang, Ngemplak, Karangrowo, Kirig, Jetis Kapuan, dan Payaman.
Usai dari Desa Gulang, Bellinda melanjutkan peninjauan ke Desa Payaman. Di wilayah ini, lokasi pengungsian ditempatkan di SD, sementara dapur umum dipusatkan di Balai Desa Payaman. Bellinda memastikan seluruh pengungsi dalam kondisi sehat dan kebutuhan logistik tercukupi.
“Malam ini kita meninjau pengungsian di Desa Payaman. Alhamdulillah semuanya termonitor, sehat semuanya,” katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh relawan yang terlibat, mulai dari unsur PKK, hingga relawan lainnya yang telah bahu-membahu membantu pengungsi.
“Terima kasih kepada semua relawan yang sudah solid membantu teman-teman kita di pengungsian, termasuk yang memasak dan menyiapkan kebutuhan logistik,” ujarnya.
Selain layanan dapur umum, bantuan sosial juga terus berdatangan ke posko pengungsian Desa Payaman, berupa sembako, selimut, susu, mainan, serta berbagai jenis makanan ringan.
Sementara itu, data Posko Pengungsian Desa Payaman per 16 Januari 2026 pukul 18.00 WIB mencatat sebanyak 205 jiwa dari 71 kepala keluarga mengungsi. Jumlah tersebut terdiri dari 104 laki-laki dan 101 perempuan, dengan rincian 2 bayi, 12 balita, 42 anak-anak, 36 remaja, 87 dewasa, dan 26 lansia. Mayoritas pengungsi berasal dari Desa Payaman, serta sebagian kecil dari Karangrowo dan Ngemplak. (AS/YM)







