Belum Berfungsi Maksimal, Rambu Penunjuk Pengalihan Arus Lalin Ke Pasar Kliwon

oleh -1,082 kali dibaca

KUDUS, – isknews.com – Dipasangnya rambu-rambu penunjuk arah ke Pasar Kliwon, di pertigaan Jalan Menur – Jalan Hos Cokroaminoto, bertujuan untuk mengurangi antrian panjang kendaraan roda empat dari arah utara, di perempatan bejagan, depan RS Aisiyah. Namun hingga kini fungsi rambu-rambu belum maksimal.
Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Kudus, Didik Sugiharto , melalui Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), Putut Dwi Kuncoro, yang dihubungi isknews.com, di ruang kerjanya, Kamis (17/6), membenarkan hal itu. Menurut dia, bermula dari sering terjadinya antrian panjang kendaraan roda empat di perempatan bejagan dari arah utara. Kendaraan yang sebagian besar mobil pribadi itu adalah warga masyarakat yang akan menuju Pasar Kliwon.
Dengan diberlakukannya satu arah di Jalan Sudirman, kendaraan dari arah timur, setelah sampai di perempatan Pentol, harus membelok ke kiri, masuk Jalan Hos Cokroaminoto lurus ke selatan, sampai ke perempatan bejagan membelok ke kanan, melingkar melewati Jalan Pramuka, perempatan Sleko, Jalan Tanjung, perempatan pegadaian, Jalan Sudirman sampai ke Pasar Kliwon. “Itulah rute yang harus dilalui oleh pengunjung Pasar Kliwon yang membawa mobil pribadi, karena pemberlakuan jalan satu arah.”
Permasalahan yang kemudian muncul, ungkapnya lanjut, adalah pengunjung Pasar Kliwon dari arah timur itu, semakin hari semakin meningkat. Sehingga sesampainya di perempatan bejagan, pada saat lampu merah traffic light menyala, terjadi antrian panjang. Kondisi itu masih ditambah dengan adanya mobil pribadi pengunjung yang keluar masuk RS Aisiyah, sehingga arus lalu lintas nyaris macet.
“Untuk mengurai kemacetan itulah, kendaraan roda empat pengunjung Pasar Kliwon itu diarahkan melewati Jalan Menur yang jaraknya lebih dekat dan tidak harus melingkar. Untuk itu, Dishubkominfo sudah memasang rambu-rambu petunjuk arah.”
Putut menjelaskan, dengan semakin mendekatkatnya lebaran yang ditandai dengan semakin meningkatnya pengunjung Pasar Kliwon, pengalihan arus lalu lintas ke Jalan Menur itu diharapkan bisa menjadi jalur alternatif.
Namun setelah rambu-rambu penunjuk arah itu, ternyata belum berfungsi maksimal. Penyebabnya, selain para pengguna jalan belum banyak yang tahu, arus lalu lintas yang melewati Jalan Hos Cokroaminoto itu cenderung melaju cepat, sehingga pengemudinya tidak sempat melihat adanya rambu-rambu tersebut. Padahal, sebelumnya sudah dilakukan sosialisasi kepada masyarakat dan pengguna jalan, terkait dengan pemasangan rambu-rambu tersebut.
“Kendala lainnya di lapangan, jalan di sebelah barat Pasar Kliwon yang menjadi tujuan akhir mobil pribadi pengunjung pasar, kini ditutup dengan adanya pembangunan tempat parkir.” (DM).

KOMENTAR SEDULUR ISK :