Belum Dilantik, Warga Desa Wates Inginkan Perangkat yang Telah Memiliki Rekam Pengabdian di Desanya

oleh -341 Dilihat

Kudus, isknews.com – Paska dilakukannya tes pengisian perangkat Desa serentak yang dilakukan oleh 60 Desa- Desa di wilayah Kabupeten Kudus bekerja sama dengan LPPM Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto beberapa pekan lalu, kini Unsoed telah menyerahkan hasilnya kepada Kepala Desa selaku pihak yang menandatangani kerjasama pengisian perangkat Desa.

Salah satu tokoh masyarakat H Suntoyo, ketua RW 03  Desa Wates menunjukkan surat permohonan warganya yang ditujukan pada Kepala Desa agar lebih memilih Perangkat Desa terutama Sekdes yang telah memiliki pengabdian di Desa Wates (Foto YM)


Dalam kesempatan tersebut Unsoed yang melakukan seleksi dengan metode CAT telah mennghasilkan sejumlah nama-nama yang dianggap layak dan lolos setelah dilakukan seleksi dan nilainya berada diatas passing grade (60) sesuai dengan perbup yang diberlakukan dalam rekrutmen tersebut yang kini diserahkan kepada kepala Desa untuk menentukan nama-nama tersebut untuk menduduki formasi perangkat yang akan dilakukan pengisian personelnya.

Terkait hal tersebut sejumlah warga Desa Wates Kecamatan Undaan telah menyampaikan petisi atau permohonan melalui surat yang ditandatangani oleh seluruh ketua RW diwilayah Desa Wates agar kepala Desa segera melantik calon perangkat Desa berdasar pengabdiannya di Desa.

Diwakili oleh jurubicaranya, H Suntoyo, tokoh masyarakat yang juga ketua RW 03 mengatakan, berdasarkan pengumuman hasil Tes Perangkat Desa tahun 2019 pada 07/08/2019 dengan sistem CAT (Computer Assisted Test), teiah terjadl keresahan dl masyarakat Desa Wates.

Menurutnya mellhat dinamika dan untuk menjaga stabilitas keamanan serta atas saran dari tokoh-tokoh masyrakat  maka dengan kewenangan yang dimiliki oleh Kepaia Desa.

“Kami memohon Kepala Desa Wates untuk Mengangkat dan Melantik Calon perangkat Desa Wates dengan pertimbangan bahwa calon Perangkat Desa tersebut telah/ pernah mengabdi di Desa Wates,” katanya, Jumat (30/08/2019).

Ditemui di tempat terpisah, Moh Abdilah, aktifis dari LP2KPK yang merupakan warga Mejobo ini khusus menyoroti soal pemilihan Sekretaris Desa, menurutnya untuk penetapan calon Sekretaris Desa disamping mengikuti aturan yang berlaku dengan nilai tertinggi, tidak menutup kemungkinan harus mempertimbangkan kontribusi calon tersebut kepada Desa, loyalitas pada strata sosial di Desa.

“Karena Sekdes itu adalah orang yang paling dominan dalam tugas pemerintahan Desa, makanya disamping nilai tertinggi yang harus diatas passing grade yang ditetapkan dalam Perbup, juga tidak kalah penting faktor-faktor loyalitas, dedikasi dan kiprahnya di Desa,” ujar Aktifis LP2KPK ini.

Menurut dia tak kalah penting calon sekretaris harus di utamakan dari warga sendiri meski aturan boleh berasal dari Desa lain.

“Namun andaikan ada calon dari Desa sendiri itu yang muncul dan secara passing grade nilai tes CAT sudah memenuhi syarat maka otomatis dia harus menjadi prioritas utama, karena dia akan lebih tahu mengenai seluk beluk Desa, potensi Desa sehingga perjalanan pemerintahan Desa akan lebih maksimal,” katanya.

Senada dengan Abdillah, Noor Suhud,  Plt Sekdes Desa Wates Undaan Kudus juga menyampaikan hal yang sama, menurutnya sesuai dengan Undang Undang No 6 tahun 2014 tentang Desa, Kepala Desa meiliki kewenagan dalam mengangkat dan memberhentikan perangkat Desa yang salah satunya adalah sekretaris Desa.

“Menurut hemat saya dalam proses pengisian perangkat ini, Kepala Desa secara normatif menerima nama-nama yang memenuhi syarat tertinggi nilai yang telah lulus pada ujian tes perangkat Desa, namun untuk penentuan satu nama yang akan terpilih itu menjadi kewengangan mutlak kepala Desa dengan berbagai pertimbangan sosiologis dan kepatutannya,” ujar Suhud.

Hal sama juga diungkapkan oleh Kades Sidorekso Kaliwungu Kudus, kades yang wilayahnya baru saja melakukan pelantikan perangkat termasuk sekdes mengatakan, dirinya merasa beruntung karena semua perangkat yang terpilih kebetulan dari wilayahnya sendiri dan sudah pernah mengabdi, Jumat (30/08/2019)

“kami bersyukur seluruh perangkat yang lolos kebetulan adalah warganya sendiri, mereka pernah mengabdi di Desanya meski juga dibuka peluang bagi warga dari wilayah lainnya, sehingga dia meyakini akan mudah melakukan adaptasi dengan pekerjaan barunya sebagai pembantu dirinya. Karena mereka sudah mengerti kondisi sosiologis warga kami dan juga kondisi demografis wilayah kerja Desa Sidorekso,” tandas Arifin. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.