BEM dan IMM UMKU Bagi Bagi Hand Sanitizer Buatan Mahasiswa Sendiri

oleh

Kudus, isknews.com – Hand Sanitizer merupakan pembersih tangan yang memiliki kemampuan membunuh kuman. Sebagai upaya mencegah wabah covid-19 maka semua orang diharuskan menjaga kebersihan untuk sering cuci tangan. Namun seiring merebaknya wabah covid-19 di Indonesia, keberadaan hand sanitizer ini mulai langka dipasaran dan susah didapatkan oleh masyarakat.

Menjawab hal tersebut Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) dengan kompetensi keilmuannya melakukan upaya memproduksi sendiri cairan tersebut di laboratorium kampus mereka.

Warek III UMKU, Anny Rosiana dampingi Mahasiswa bagi-bagi Hans Sanitizer di Terminal Jetak Kaliwungu Kudus (Foto: istimewa)

Hand sanitizer spray buatan mahasiswa ini diharapkan dapat menjadi sebuah solusi yang tepat untuk warga kudus karena sulitnya mendapatkan barang ini.

Menurut Warek III UMKU, Anny Rosiana mengatakan Hand Sanitizer ini adalah produk dari mahasiswa yang dibuat di laboratorium Universitas Muhammadiyah Kudus.

“Program ini sangat tepat, UMKU memfasilitasi pembuatan Hand Sanitizer yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat yang gundah akibat wabah covid-19 . Ini merupakan ikhtiar UMKU untuk memotong atau memutuskan rantai penyebaran covid 19 ini” Ujar Anny.

TRENDING :  Festival Desa Wisata Jateng, Kudus Tampilkan Kesenian Pencak Silat Patih Arjuna
Hand Sanitizer dan proses pembuatan di Laboratorium Universitas Muhammadiyah Kudus (foto: istimewaI

Hand Sanitizer buatan mahasiswa ini menurutnya, sebagian adalah untuk di donasikan kepada sejumlah fasilitas kesehatan rujukan covid-19 di Kudus dan sekitarnya.

Sebagian lagi untuk kebutuhan domestik kampus dan dibagi-bagikan kepada masyarakat yang mebutuhkan sebagai salah satu cara untuk meningkatkan kebersihan tangan sehingga meminimalkan kuman yang ada ditangan sehingga dapat mencegah penularan Covid-19

“Pembuatan hand sanitizer ini mengikuti dari standar WHO dan BPOM. Bahan hand sanitizer ini mengandung gliserin dan alkohol sesuai yang dianjurkan,” ungkapnya.

Melalui Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Ikatan Mahasiswa Muhammdiyah UMKU, hand sanitizer itupun dibagi-bagikan kepada sejumlah warga di beberapa sudut jalan di Kudus.

TRENDING :  202 Mahasiswa Unissula KKN di Jepara
Bagi-bagikan hand sanitizer kepada sejumlah pengemudi Ojol (Foto: istimewa)

Monika Angelina, ketua pimpinan komisariat IMM Ar-Rabbani dan Arbaah Robbi Mansyur, Presiden BEM  serta Aryanta Pasa menjadi koordinator dalam pembagian Hand Sanitizer UMKU ini.

Menurutnya langka dan mahalnya cairan tersebut di pasaran, membuat mereka tergerak untuk dapat berbagi kepada sesama.

“Selain Hand sanitizer ini dipakai di lingkungan kampus. Kami juga membagikan ratusan botol kecil ukuran 60-an mililiter ke masyarkaat sekitar ,” ujarnya.

Menurut mereka, pihaknya memang sengaja tidak melakukan pembagian hand sanitizer itu terpusat dalam satu tempat. Ini dimaksudkan untuk menghindari kerumunan orang.

“Kami berkeliling untuk menjangkau banyak kawasan. Saat berkeliling itulah, kami memberikan cairan ini secara gratis kepada para driver ojol dan sejumlah pejalan kaki yang ditemukan, terutama yang sedang berkumpul,” katanya.

TRENDING :  Pesta Siaga Membangun Anak Bangsa Yang Kreatif, Inovatif & Berkarakter

Selain itu, pihaknya juga memberikan edukasi kepada warga terkait protokol yang harus dilakukan sebagai bentuk antisipasi virus corona.

Termasuk pemahaman bahwa hand sanitizer itu dapat menjadi alternatif ketika berada dalam kondisi yang tidak memungkinkan untuk cuci tangan dengan sabun.

Lokasi pembagian Hand Sanitizer ini di terminal Jetak , terminal Jati , ojol taman bojana , ojol ADA , ojol depan RSI Sunan Kudus dan di Masjid yang berada disekitar Kota Kudus.

Rektor Universitas Muhammadiyah Kudus, Rusnoto mengapresiasi aksi sosial mahasiswanya yang ikut berpartisipasi dalam upaya mengeliminasi perkembangan virus Corona.

“Kami mensuport mereka, karena Ini salah satu gerakan mahasiswa basmi corona dengan mengedukasi masyarakat membagikan hand sanitizer, antiseptik dan mengedukasi enam langkah sesuai WHO.,” pungkasnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :