Kudus, isknews.com – Upaya menjaga kebersihan lingkungan di Kabupaten Kudus kini tak lagi sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah kabupaten.
Pemerintah desa mulai digandeng menjadi ujung tombak pengelolaan sampah melalui bantuan bentor pengangkut sampah yang diserahkan oleh Pemkab Kudus, Jumat (24/10/2025).
Sebanyak 18 desa dan kelurahan menerima bantuan bentor pengangkut sampah dalam kegiatan yang digelar di halaman Kantor Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Kudus.
Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Bupati Kudus Sam’ani Intakoris, didampingi Wakil Bupati Bellinda Birton, Ketua DPRD Kudus Masan, serta sejumlah kepala desa dan pejabat terkait.
Selain bantuan bentor, Pemkab Kudus juga menyalurkan 1.320 tempat sampah ke Desa Gamong, Kecamatan Kaliwungu, serta memberikan penghargaan Sekolah Adiwiyata tingkat Provinsi Jawa Tengah kepada delapan sekolah di Kabupaten Kudus.
Plh Kepala Dinas PKPLH Kudus, Sulistyowati, mengatakan penyaluran bentor dan tempat sampah ini bukan sekadar bentuk bantuan fisik, tetapi simbol kolaborasi antara pemerintah daerah dan desa dalam mengelola lingkungan.
“Ini bukti perhatian pemerintah daerah terhadap desa. Bantuan ini diharapkan mempercepat penanganan sampah mulai dari sumbernya, yakni rumah tangga,” ujar Sulis.
Sementara itu, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menegaskan bahwa pengelolaan sampah harus dimulai dan diselesaikan di tingkat desa. Menurutnya, desa harus menjadi percontohan dalam penerapan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
“Kita ingin masalah sampah selesai di desa. Kalau dari bawah bisa tertangani, maka persoalan besar di tingkat kabupaten akan ikut terurai,” tegas Sam’ani.
Sekretaris Komisi C DPRD Kudus, Rochim Sutopo, yang turut hadir dalam kegiatan itu, menyampaikan dukungan penuh terhadap langkah pemerintah daerah dalam memperkuat sarana operasional pengangkutan sampah di desa. Menurutnya, bantuan bentor menjadi langkah nyata yang sejalan dengan semangat pemberdayaan desa.
“Pembangunan operasional pengangkut sampah ini langkah penting untuk memperkuat pengelolaan sampah di tingkat desa. DPRD akan terus mendorong agar setiap desa memiliki sarana memadai untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan,” ujar Rochim.
Ia menambahkan, kolaborasi antara pemerintah daerah dan DPRD diharapkan mampu menciptakan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya lingkungan bersih.
Kepala Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Agus Susanto, menyampaikan terima kasih atas perhatian pemerintah daerah terhadap pengelolaan sampah di desanya.
“Selama ini dinamika operasional bentor untuk mengangkut sampah di tempat kami menilai unitnya masih kurang. Dengan bantuan ini, proses pengangkutan akan lebih cepat dan efisien. Harapannya, masyarakat semakin sadar untuk menjaga kebersihan (YM/YM)







