Berakhir Damai, Irma Glow Meminta Maaf Kepada PAMMI Kudus

oleh -363 kali dibaca
Irma Glow usai melakukan permintaan maaf, bersama ketua PAMMI Kudus Sony Sumarsono dan Humas PAMMI Jateng Hafid Sungkar (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Pasca ancaman akan dilakukan tindakan hukum oleh kuasa hukum Persatuan Artis Musik Melayu Indonesia ‎(PAMMI) terhadap Irma Glow yang menuding PAMMI telah melakukan pemotongan dana bantuan social bagi para pekerja seni di Kudus.

Irmawati atau yang nama panggungnya dikenal sebagai Irma Glow, penyanyi dangdut dari Komunitas Vokalis Kudus (Voku) menyatakan permintaan maafnya kepada jajaran pengurus PAMMI Kudus di RM Saung Rakyat Indah, Rabu (03/02/2021).

Irma Glow dengan kesatria hadir sendiri dan membacakan permintaan maafnya atas ucapannya yang disampaikan disebuah media cetak dan online terkait tudingannya kepada PAMMI adalah keliru.

Sambil berdiri membacakan isi permintaan maafnya dihadapan sejumlah pengurus PAMMI Kudus dan PAMMI Jawa Tengah serta disaksikan sejumlah petugas kepolisian baik Polres Kudus maupun Polsek Bae.

“Saya meminta maaf dan tidak akan mengulangi perbuatannya lagi,” ujar dia.

Usai membacakan pernyataan maaf, selanjutnya Irma juga menandatangani diatas materai kertas yang telah dia baca dengan juga dibubuhi tanda tangan para saksi disaksikan oleh Humas dan tim advokasi PAMMI Jawa Tengah, Havid Sungkar.

“Mudah-mudahan permintaan maaf saya secara tulus ini bisa diterima dan bisa mengembalikan nama baik semua pihak,” ujar dia.

Irma berpesan kepada semua pihak untuk tidak lagi menyangkut-nyangkut kan namanya lagi terkait tudingan kepada PAMMI, serta pihak luar untuk tidak memperpanjang persoalan tersebut di media sosial.

“Permasalahan sudah selesai, saya meminta semua pihak tidak mengunggah permasalahan ini di media sosial. Jangan membawa-bawa nama saya maupun PAMMI,” ujarnya.

Dia tidak menyangka jika pernyataannya di media yang keliru soal dana bantuan tersebut ternyata mengakibatkan pencemaran nama baik PAMMI.

Sementara itu, PAMMI Jawa Tengah mengancam untuk mempidanakan pihak-pihak yang menyudutkan PAMMI Kudus terkait tuduhan melakukan pemotongan bantuan untuk komunitas seni karena penyerahan bantuan tersebut ada laporan pertanggungjawabannya.

“‎Apabila ada Pernyataan ditemukan kata-kata menyudutkan di media sosial. Maka kuasa hukum PAMMI akan bertindak meneruskan ke Ditreskrimsus‎ Polda Jateng,” ujar Humas PAMMI Jawa Tengah, Havid Sungkar.

Sehingga, dia mengingatkan, kepada pihak-pihak yang masih menyebarluaskan tulisan soal PAMMI yang bernada menyudutkan untuk segera dihapus.

“Karena memang tidak terbukti dan pihak yang memberikan pernyataan soal dugaan pemotongan dana bantuan tersebut juga sudah minta maaf,” ujar dia.

Dia mempersilakan masing-masing pihak, terutama pelaku seni untuk berkreasi di jalur masing-masing dan jangan saling mengganggu.

“Silakan kalau mau keluar dari PAMMI, asal tidak saling mencubit,” ujar dia.

Sementara itu, Ketua PAMMI Kudus Sony Sumarsono, mengatakan, karena Irma Glow dari Voku sudah meminta maaf, kami minta tulisan-tulisan di media sosial yang bernada menyudutkan PAMMI untuk segera dihapuskan,” ujarnya.

Dia mengancam, jika masih menyebar kabar tersebut di media sosial akan melaporkan ke pihak berwajib.

“‎Kami akan menindaklanjutinya ke proses hukum‎,” ujar dia.

‎Penasihat Hukum PAMMI Kudus, Didik Tri Wahyudi menghormati permintaan maaf dari Irma Glow dan tidak akan melanjutkan permasalahan tersebut secara hukum.

“Kami hormati permintaan maafnya sehingga tidak akan melanjutkan proses hukum ini. Saya rasa damai itu indah,”‎ tambah dia. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.