Kudus, isknews.com – Media sosial di Kabupaten Kudus kembali dihebohkan dengan beredarnya sebuah video diduga bermuatan asusila yang dikaitkan dengan oknum pegawai RSUD dr Loekmono Hadi Kudus. Video tersebut viral dan menuai perhatian publik karena menyeret nama lingkungan pelayanan publik.
Video berdurasi sekitar 50 detik itu diunggah oleh akun media sosial @ketutdewi_99. Dalam tayangan tersebut terlihat seorang pria dan seorang perempuan berada di sebuah ruangan tertutup, tampak berpelukan dan berciuman.
Dalam potongan rekaman yang beredar, tampak tulisan “RMH TNGGA” pada tampilan layar CCTV. Tulisan tersebut kemudian memunculkan spekulasi warganet terkait lokasi kejadian yang diduga berada di lingkungan rumah sakit.
Unggahan video itu disertai narasi bernada keras yang mengecam dugaan perilaku tidak senonoh di lingkungan pelayanan publik. Dalam caption unggahannya, pengunggah menuliskan pernyataan tegas bertuliskan “STOP PERILAKU AMORAL DI LINGKUNGAN PELAYANAN PUBLIK.”
Pengunggah juga menilai dugaan tindakan tersebut mencederai nilai moral, etika, dan kemanusiaan. Dalam narasinya disebutkan bahwa rumah sakit merupakan ruang kemanusiaan yang seharusnya dijaga kesuciannya sebagai tempat pelayanan, empati, serta penghormatan terakhir bagi jenazah.
Selain itu, unggahan tersebut turut menyinggung identitas Kabupaten Kudus sebagai Kota Santri yang menjunjung tinggi nilai akhlak, adab, dan moral. Pengunggah pun menuntut adanya penyelidikan serta penegakan hukum secara tegas dan transparan terhadap dugaan pelanggaran tersebut.
Berdasarkan pantauan, unggahan video tersebut telah ditonton sekitar 9 ribu kali dan dibagikan puluhan kali oleh pengguna media sosial. Namun demikian, kolom komentar pada unggahan tersebut diketahui dinonaktifkan oleh pemilik akun.
Viralnya video itu memicu beragam reaksi dan spekulasi di tengah masyarakat, terutama terkait kebenaran isi rekaman, identitas pemeran dalam video, serta keterkaitannya dengan RSUD dr Loekmono Hadi Kudus.
Menanggapi viralnya video tersebut, Direktur RSUD dr Loekmono Hadi Kudus, dr Abdul Hakam, menyatakan pihaknya akan segera mengambil langkah internal guna menyikapi persoalan yang dinilai meresahkan masyarakat.
“Ya, ini memang meresahkan. Kami akan melakukan rapat khusus besok untuk membahasnya,” ujar dr Abdul Hakam saat dikonfirmasi, Minggu (4/1/2025).
Saat ditanya lebih lanjut mengenai kebenaran video tersebut, termasuk apakah rekaman itu berasal dari CCTV RSUD maupun identitas pemeran di dalam video, dr Abdul Hakam belum memberikan kepastian.
Ia menegaskan bahwa pihaknya masih mengedepankan asas praduga tak bersalah dalam menyikapi persoalan yang tengah menjadi perhatian publik tersebut.
“Semuanya kita kembalikan pada prinsip praduga tak bersalah terlebih dahulu,” pungkasnya. (YM/YM)








