Berkonsep Garden, Mantan Guru Paud Ubah Garasi dan Pelataran Jadi Kedai Nongkrong Asik

oleh -384 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Mencoba peruntungan baru di bidang kuliner tengah dilakukan Ratna Damayanti (41 tahun). Warga Kelurahan Kajeksan, Kecamatan Kota, yang juga merupakan mantan Guru Paud selama 10 tahun ini membuka kedai bernuansa homey atau rumahan.

Nekat membuka kedai kopi pada masa pandemi akhir tahun 2021 kemarin, Maya, sapaan akrabnya memanfaatkan garasi dan pelataran rumah menjadi tempat nongkrong santai dan asik.

Konsep yang ingin berikan kepada pengunjung adalah suasana rumah dengan rindang dan hijaunya pepohonan. Pengunjung yang datang tidak akan merasa sedang jajan, tetapi seperti berkunjung ke rumah saudara atau teman karib.

“Kalau mau santai di sini itu serasa rumah. Dan kita juga batasi untuk tempat duduknya, biar pengunjung itu merasakan nyamannya,” ujarnya.

Kedai Senja Disini dengan konsep outdor ini mulanya dirintis oleh Maya bersama sang kakak. Sebelum menggeluti bisnis ini, Maya juga sempat melakoni pekerjaan utamanya sebagai suplyer kertas di salah satu perusahaan Kudus selama 2 tahun.

“Karena orangtua sakit, jadi saya putuskan untuk keluar dan stay di rumah. Untuk mengisi waktu luang, nah saya coba saja buka kedai,” ceritanya.

Sementara nama Senja Disini sendiri merupakan kepanjangan dari Seneng Jajan/Jagongan Disini. Disamping itu, bisa juga dimaknai dengan memanfaatkan waktu yang sangat singkat (senja) di tempat ini, baik sendirian maupun ditemanin dengan teman dan keluarga.

Meski belum begitu ramai pengunjung, Maya mengaku lebih suka menggeluti bisnis buka kedai ini. Dia juga memiliki hobi memasak, sehingga tidak cukup sulit untuk menjalankan kedai miliknya tersebut.

“Kalau laba memang tidak begitu besar, karena pas ada kenaikan sembako juga kan. Tapi lebih enak usaha sendiri daripada kerja sama orang,” katanya.

Adapun, menu yang ditawarkan di kedai ini memiliki harga yang sangat terjangkau yaitu mulai dari Rp 5 ribu sampai Rp 15 ribu. Selain aneka minuman moctail, series kopi, series yakult, Maya juga menyediakan makanan ringan ala rumahan.

“Ada ketela goreng juga itu juga banyak peminatnya,” tambahnya.

Menu dan harga yang disajikan, lanjut Maya, memang sengaja dibuat terjangkau. Lantaran, sasaran pembeli yang ditarget olehnya adalah anak-anak sekolah dan anak pesantren di wilayah tersebut. (MY/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.