Berperahu dari Pintu Kepintu, Tim Kesehatan PDPM Periksa Kesehatan Warga Terdampak Banjir

oleh -284 kali dibaca
Ketua Bidang Kesehatan PDPM Kudus dr Agus Prasetyo dan timnya saat melakukan pemeriksaan kesehatan door to door dengan perahu (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Belum surutnya genangan banjir di Kawasan dukuh Tanggulangin, Gendok dan Barisan di Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus hingga tiga pekan ini. Menyebabkan sejumlah warga merasa kesulitan atau enggan untuk memeriksakan kesehatannya, akibat akses yang masih sulit. Alhasil banyak warga yang mulai terserang berbagai penyakit hingga tensi darah tinggi.

Merespon hal tersebut Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) menindaklanjutinya dengan menggelar bakti sosial menurunkan Tim Kesehatan untuk melakukan pengobatan gratis di Dukuh Tanggulangin yang melibatkan sejumlah dokter dan tenaga medis dari kader PDPM serta menggandeng Lazismu dan Rumah Sakit Aisyiyah (RSA) Kudus.

Menurut ketua PDPM Kudus yang hadir dalam kegiatan bakti sosial, Abdur Rozaq, kegiatan ini sebagai bentuk perwujudan slogan one Muhammadiyah one respon (OMOR) atau perasaan kebersamaan dari seluruh kader Muhammadiyah.

“Dalam hal membantu sesama para korban bencana tanpa memandang unsur apapun termasuk SARA,” kata Rozaq, Minggu (21/02/2021).

Mereka mendirikan tenda di halaman rumah warga untuk melakukan pemeriksaan kesehatan warga. Terbagi dalam dua tim, satu tim melakukan pemeriksaan stasioner di bawah tenda dan satu tim lagi memeriksa kesehatan warga secara mobile dari pintu ke pintu dengan menggunakan perahu.

Dari pantauan media ini, ratusan warga mengikuti pengobatan gratis yang juga diselingi pembagian sembako. Salah seorang warga Desa Jati Wetan, Sugito (55) mengatakan, sejak dua pekan lalu , ia mulai terasa berbagai penyakit mulai menyerang. Seperti pusing, panas, batuk pilek hingga nafas terasa sesak.

Sejumlah warga antre untuk memeriksakan kesehatannya di tenda yang didirikan oleh PDPM Kudus (Foto: YM)

“Sampai sekarang banjir belum surut. Dirumah saya sampai sebawah lutut padahal rumah sudah ditinggikan, kalau dijalan itu hampir satu meter,” katanya sesuai melakukan pengobatan.

Selain sejumlah penyakit yang menyerang, tensi darah tinggi juga dirasakan. Sebab, banjir yang menggenangi daerahnya tak kunjung surut.

“Di tensi tadi sampai 170/90 biasanya tensi juga tinggi tapi tidak sampai segitu. Paling 130 – 140,” ucapnya.

Ketua bidang kesehatan masyarakat sekaligus humas RS Aisyiyah Kudus dr Agus Prasetya menyatakan, selain melakukan pengobatan gratis yang berpusat di rumah RT setempat. Pihajnya juga berkeliling door to door mendatangi lansia yang kesulitan untuk keluar dari rumah.

“Meski banjir, banyak yang masih bertahan dirumah. Ada yang mengeluhkan diare, hipertensi, kepala pusing, panas, hingga nyeri – nyeri sendi. Ada sekitar 200an warga yang mengikuti pengobatan gratis,” terangnya.

Saat di tes tekanan darah, lanjut dia, beberapa warga ada yang tensi darahnya cukup tinggi.

“Tadi ada yang 160/90 ada juga yang 200/110, tapi tidak mau di rujuk ke rumah sakit. Sebelumnya itu punya riwayat hipertensi, dan kondisi lingkungan yang banjir jadi beban pikiran juga bisa mempengaruhi” tandasnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.