Betonisasi Jalan Tani, TNI Datang Menyambung Asa Petani Desa Kandangmas

oleh -88 Dilihat
Sejumlah anggota TNI yang tergabung dalam Program TMMD Reguler ke-125 saat membangun Jalan Usaha Tani (JUT) di Desa Kandangmas, Dawe, Kudus, Jumat, 25/7/25 (Foto: Nila)

Kudus, isknews.com – Suara molen bercampur tawa dan sorak semangat terdengar di antara kebun tebu dan ladang rempah Desa Kandangmas, Kecamatan Dawe, Kudus. Di sana, jalan tanah yang dulu hanya bisa dilewati saat musim kemarau, kini perlahan berubah menjadi jalur beton yang kokoh berkat tangan-tangan prajurit TNI yang tergabung dalam Program TMMD Reguler ke-125.

Bagi warga desa, terutama para petani seperti Sumadi, kehadiran TMMD bukan sekadar pembangunan fisik, tapi juga penyambung harapan. Jalan Usaha Tani (JUT) yang menghubungkan Dukuh Sudo dan Dukuh Masin kini dibeton sepanjang 1,25 kilometer, lebar 3 meter, dan tebal 15 sentimeter.

“Senang sekali jalan ini dibeton. Dulu kalau hujan jalan licin, sering jatuh. Sekarang panen jadi mudah, aksesnya enak,” ujar Sumadi, petani rempah yang saban hari melintasi jalur tersebut.

Tak hanya jalan, prajurit dari Kodim 0722/Kudus bersama Polri dan warga setempat juga membangun jembatan, memperbaiki rumah tidak layak huni, membuat sumur bor, hingga merehab tempat ibadah dan membangun jamban. Total ada 230 personel dan warga yang terlibat dalam kegiatan ini, bergotong royong di bawah matahari demi wajah baru desa mereka.

Dandim 0722/Kudus, Letkol Inf Hermawan Setya Budi, menyebut betonisasi jalan tani ini merupakan kelanjutan dari program TMMD tahun 2017 dan Karya Bhakti 2018. Ia menyatakan kekaguman atas semangat warga yang tak pernah surut selama proses pembangunan.

“Ini kolaborasi luar biasa. Kami berharap semua selesai tepat waktu dan bisa langsung dimanfaatkan warga,” ujarnya. Target penyelesaian betonisasi dan sasaran fisik lainnya dijadwalkan rampung pada 21 Agustus 2025.

Kepala Desa Kandangmas, Shofwan, menyambut baik program TMMD yang menyentuh kebutuhan nyata warganya. Menurutnya, jalan yang baik akan meningkatkan produktivitas pertanian dan mempermudah mobilisasi hasil panen. Di kanan-kiri JUT yang dibeton, terbentang lahan warga dan aset desa yang ditanami ketela, tebu, hingga rempah-rempah.

“Betonisasi jalan ini sangat dibutuhkan masyarakat. Kalau aksesnya bagus, tanah desa jadi lebih produktif, dan itu bisa meningkatkan pendapatan asli desa,” jelasnya.

Tak hanya pembangunan fisik, TMMD juga menyentuh aspek nonfisik. Di antaranya melalui penyuluhan bela negara, penanggulangan narkoba, kesehatan, pengembangan UMKM, hingga pelatihan keterampilan dan aksi pencegahan stunting.

Dengan segala kegiatan yang dilakukan, TMMD bukan sekadar program tahunan. Bagi warga Kandangmas, kehadiran TNI telah menjadi bukti nyata bahwa negara masih hadir di pelosok, menyapa rakyatnya lewat jalan yang kini tak lagi berlumpur.

Karena di setiap jalan yang dibeton, di setiap rumah yang direhab, terselip asa baru tentang desa yang tak lagi tertinggal dan petani yang tak lagi berjalan sendirian. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :