BLDF dan UMK Dorong Environmental Champion Lewat Program Green Campus Sadar Lingkungan

oleh -73 Dilihat
Narasumber dari Bakti Lingkungan Djarum Foundation dan Pandawara Group menyampaikan materi mengenai kepedulian lingkungan kepada mahasiswa UMK dalam program Green Campus Sadar Lingkungan di Universitas Muria Kudus, Sabtu (12/9/2026). (Foto: Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

KUDUS, ISKNEWS.COM – Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF) bersama Universitas Muria Kudus (UMK) mendorong mahasiswa menjadi agen perubahan dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui program Green Campus Sadar Lingkungan.

Program tersebut dirancang untuk mengubah kesadaran mahasiswa terhadap persoalan lingkungan menjadi aksi nyata. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat melahirkan environmental champion dari lingkungan kampus yang nantinya mampu membawa semangat pelestarian lingkungan ke masyarakat.

Program Green Campus Sadar Lingkungan digelar secara bertahap. Tahapannya meliputi Green Orientation, Green Narrative, Green Leadership Conference, Green Action, hingga Green Impact Project.

Program Officer BLDF, Dandy Mahendra, mengatakan program tersebut merupakan pengembangan dari berbagai gerakan lingkungan yang sebelumnya telah dilakukan BLDF. Mulai tahun ini, upaya edukasi dan aksi lingkungan tersebut dikembangkan dengan menjadikan kampus sebagai salah satu pusat gerakan.

“Mulai tahun ini kita mulai program baru namanya Green Campus Sadar Lingkungan. Jadi di dalamnya tidak cuma talkshow, tetapi ada lima tahap,” kata Dandy saat kegiatan di UMK, Sabtu (12/9/2026).

Ia menjelaskan, tahap awal dilakukan melalui Green Orientation yang menyasar mahasiswa baru dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB). Pada tahap tersebut, mahasiswa dikenalkan dengan berbagai persoalan lingkungan melalui pendekatan yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Setelah mendapatkan pemahaman awal, mahasiswa akan mengikuti Green Narrative. Pada tahap ini, mereka diberikan pengetahuan mengenai cara menyampaikan isu lingkungan secara menarik dan mudah diterima masyarakat.

“Generasi muda saat ini mungkin ilmunya sudah banyak, tetapi mereka tidak tahu bagaimana cara menyampaikannya. Jadi akan kita dampingi,” jelasnya.

Selanjutnya, mahasiswa akan diarahkan mengikuti Green Leadership Conference untuk memperkuat kapasitas dan kepemimpinan mereka dalam isu lingkungan. Kemudian, terdapat Green Action yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk terlibat langsung dalam aksi lingkungan.

Menurut Dandy, bentuk aksi tersebut dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi di masing-masing wilayah, seperti penanaman mangrove, penghijauan kawasan, maupun aksi lingkungan lainnya.

Tahap terakhir adalah Green Impact Project. Mahasiswa akan menyusun proposal proyek yang berisi solusi terhadap persoalan lingkungan di sekitar kampus. Proposal tersebut kemudian dikurasi sebelum mahasiswa mendapatkan dukungan untuk merealisasikannya.

“Yang paling konkret nanti Green Impact Project. Teman-teman akan menyusun proposal, proposal kita kurasi, setelah itu kita akan memberikan modal untuk menjalankan proposal tersebut,” ungkapnya.

Dandy menambahkan, proyek yang telah dijalankan nantinya diharapkan dapat memberikan manfaat dan solusi terhadap persoalan lingkungan di lingkungan kampus. Hasilnya juga akan dikembalikan kepada kampus agar dapat dikembangkan secara berkelanjutan.

Dengan pola tersebut, program Green Campus diharapkan tidak berhenti pada satu angkatan mahasiswa. Setiap tahun, mahasiswa baru dapat melanjutkan sekaligus mengembangkan gagasan yang telah ada.

“Harapannya setiap tahun kampus mendapat ide-ide baru, mahasiswa juga mendapat pengalaman baru tentang lingkungan, kemudian tahun berikutnya juniornya lagi akan melanjutkan,” ujarnya.

Dandy menyebut UMK menjadi kampus ketiga yang mengikuti program tersebut setelah sebelumnya diterapkan di Universitas Diponegoro (Undip) dan salah satu kampus di Solo. Setelah UMK, program serupa juga direncanakan menyasar kampus lainnya.

Dalam rangkaian kegiatan di UMK, BLDF juga menghadirkan Pandawara Group untuk berbagi pengalaman mengenai aksi lingkungan kepada mahasiswa.

Anggota Pandawara Group, Muchamad Ikhsan Destian, mengatakan mahasiswa memiliki posisi penting sebagai agen perubahan sehingga perlu diberikan ruang untuk terlibat langsung dalam berbagai upaya pelestarian lingkungan.

“Mahasiswa ini sebagai agen perubahan. Mereka punya tanggung jawab bagaimana melakukan sesuatu terhadap lingkungan, mulai dari rekomendasi di kampus ataupun nantinya bisa terjun langsung ke masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, upaya menjaga lingkungan tidak hanya menyasar perguruan tinggi, tetapi juga dunia pendidikan lainnya, mulai dari sekolah menengah hingga berbagai komunitas masyarakat.

Menurut Ikhsan, Pandawara memiliki sejumlah program yang bergerak dari edukasi hingga aksi lingkungan. Pendekatan yang digunakan juga menempatkan aksi sebagai salah satu pintu masuk untuk meningkatkan kepedulian masyarakat.

Sementara itu, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UMK, Prof. Dr. Ir. Sugeng Slamet, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian pengenalan kehidupan kampus bagi mahasiswa baru.

Menurutnya, PKKMB menjadi momentum penting untuk mengenalkan kehidupan kampus kepada mahasiswa, termasuk mengenai kepedulian terhadap lingkungan.

“Pada setiap kali kita melaksanakan PKKMB, kami paketkan dengan latihan keterampilan manajemen mahasiswa pradasar. Ini menjadi satu upaya bagaimana mengenalkan kehidupan kampus, baik dari sisi pembelajaran, pelayanan, organisasi, maupun lingkungan kampus yang harus dipahami mahasiswa,” jelasnya.

Sugeng menyebut kegiatan Green Campus Sadar Lingkungan memberikan pembelajaran awal kepada mahasiswa mengenai pentingnya menjaga lingkungan agar tetap bersih dan lestari.

Ia menilai kolaborasi dengan BLDF menjadi langkah positif untuk membangun kepedulian mahasiswa terhadap persoalan lingkungan sejak awal mereka memasuki dunia perguruan tinggi.

“Kita memberikan pembelajaran awal bagaimana kita bisa menjaga lingkungan kita lebih baik, lebih bersih, termasuk bagaimana bersinergi dalam upaya mewujudkan kelestarian alam,” katanya.

Ia menjelaskan, UMK juga telah menjalankan sejumlah kegiatan yang berkaitan dengan pelestarian lingkungan. Salah satunya melalui upaya penghijauan lahan yang dinilai perlu ditingkatkan.

Selain itu, kegiatan mahasiswa seperti bina desa dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) juga dapat menjadi ruang untuk mendorong keterlibatan mahasiswa dalam membantu pelestarian lingkungan di wilayah pedesaan.

“Program ini sangat berkelanjutan. Kegiatan mahasiswa seperti bina desa dan KKN juga ada upaya bagaimana membantu pelestarian lingkungan yang ada di wilayah-wilayah desa,” pungkasnya. (AS/YM)