Kudus, isknews.com – Di Desa Gulang wetan, kecamatan Mejobo, kabupaten Kudus. Tersembunyi sebuah kisah ketekunan dan kearifan lokal yang telah mengalir deras sejak tahun 2011. Bukan sekedar budidaya ikan lele biasa, melainkan sebuah warisan yang dijaga dan dilestarikan dari generasi ke generasi.
Dimulai pada tahun 2011, Ayah Taufiq memiliki visi sederhana dengan memanfaatkan lahan dan sumber air yang ada untuk menciptakan kemandirian ekonomi keluarga. Ikan lele, dengan pertumbuhannya yang relatif cepat dan permintaan pasar yang stabil, menjadi pilihan bijak. Siapa sangka, langkah kecil ini kemudian bertransformasi menjadi usaha yang dapat diwariskan.
Taufiq mengungkapkan bahwa menjalankan usaha budidaya ikan lele ini pada awalnya tidak mudah dari pembudidayaan satu kolam dan setelah dua hari ikannya mati semua. Tetapi dari ketekunan dan kesabaran yang pada akhirnya membuahkan hasil hingga sekarang bisa membuat 62 kolam ikan lele.
“Alhamdulillah untuk pengalaman sudah banyak karena dulu waktu masih sekolah sering membantu bapak di kolam jadi kurang lebihnya sudah faham dan bisa meneruskan usaha budidaya sampai sekarang,” ujarnya.
Usaha budidaya ikan lele yang terhitung sudah berjalan selama lima belas tahun lalu, kini mampu menghasilkan hasil panen lele hingga menyentuh satuan ton. Untuk panen dalam satu bulan bisa satu setengah ton atau lebih tergantung permintaan konsumen.
“Untuk penjualan biasanya saya ke ikan bakar, warung lamongan atau bakul pasar. Kadang juga ada pembeli dari rumahan,” imbuhnya.
Lebih dari sekedar bisnis, budidaya ikan lele ini telah menciptakan ikatan yang kuat antar keluarga. Setiap tahapan, mulai dari pembibitan, perawatan, hingga panen dan pemasaran, melibatkan partisipasi aktif seluruh anggota keluarga. Gotong-royong dan pembagian tugas menjadi ruh dari usaha ini.
Kisah dari Gulang wetan ini, adalah cerminan bagaimana ketekunan, kearifan lokal, dan semangat gotong-royong dapat menciptakan warisan yang berharga. Budidaya ikan lele yang dimulai dari sebuah visi sederhana pada tahun 2011 kini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas dan kesejahteraan sebuah keluarga. (Haliza)







