Bupati,” Forsikabanu Bisa Jadi Inspirator “

oleh
Sementara itu, bupati Kudus H.M. Tamzil mengaku bahwa Forsikabanu merupakan salah satu organisasi strategis yang berada dibawah Nahdlatul Ulama'.( Foto : Istimewa )


KUDUS,ISKNEWS.COM – Menjaga tali silaturahmi dapat memperbanyak rezeki, memperpanjang umur, dan didekatkan dengan surga. Begitulah kira-kira semangat yang selalu diajarkan dalam agama Islam. Guna memperkuat tali silaturahmi, dibentuklah Forum Silaturahmi Alumni Banat NU (Forsikabanu) Kudus. Organisasi yang beranggotakan para alumni Banat Kudus tersebut lahir pada tahun 2008 dan diresmikan setahun setelahnya. Forsikabanu Kudus telah mengarungi 9 masa kepemimpinan dan pada masa kepemimpinan ke-10, pengurus Forsikabanu Kudus mendapat keistimewaan karena dikukuhkan di pendopo kabupaten Kudus, Sabtu (06-07-2019).

Forsikabanu mampu berbuat banyak di lingkungan masyarakat. Termasuk anggota Forsikabanu dapat bersikap luwes di masyarakat utamanya dalam hal pemberdayaan perempuan, kegiatan Posyandu, dan kegiatan penyuluhan kesehatan anak dan ibu yang berlangsung di desa. ( Foto : Istimewa )

Ketua Forsikabanu Pusat Hj. Siti Nafisatun berujar bahwa Forsikabanu mendapatkan perhatian lebih dari bupati Kudus. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan mudahnya akses pelaksanaan acara yang berlangsung di pendopo kabupaten Kudus. Perlu diketahui, pengukuhan pengurus Forsikabanu Kudus untuk pertama kalinya berlangsung di jalan Simpang 7 No. 1. “Kami sangat terkesan dengan bapak bupati, perhatiannya terhadap salah satu bagian dari Nahdlatul Ulama’ yakni Forsikabanu sangat besar. Sangat jarang kami mendapat kesempatan seperti ini,” ungkapnya.

Selain itu, Hj. Siti Nafisatun juga memproklamirkan bahwa Forsikabanu Kudus maupun Forsikabanu Pusat siap untuk bersinergi menyukseskan program-program bupati Kudus. Salah satu program bupati yang ingin disasar Forsikabanu adalah pengurangan plastik. Menurutnya, sampah plastik sangat berbahaya dan anggota Forsikabanu yang mayoritas perempuan diyakini mampu membuat dampak besar dimulai dari keluarganya. “Forsikabanu anggotanya mayoritas perempuan sehingga kami yakin bahwa yang paling suka menjaga kebersihan dan kerapian adalah ibu-ibu. Maka, kami siap membantu program yang dicanangkan bapak bupati yakni pengurangan plastik, dimulai dari rumah,” katanya disoraki peserta.

TRENDING :  Laporan Pelanggaran Hukum Korupsi Tidak Serta Merta Bisa Ditindaklanjuti
TRENDING :  Al Mawaddah Kudus Raih Anugerah Pesantren Entrepreneur Inspiratif 2018

Sementara itu, bupati Kudus H.M. Tamzil mengaku bahwa Forsikabanu merupakan salah satu organisasi strategis yang berada dibawah Nahdlatul Ulama’. Dengan semangat kekompakan dan silaturahmi, bupati yakin Forsikabanu mampu berbuat banyak di lingkungan masyarakat. Termasuk anggota Forsikabanu dapat bersikap luwes di masyarakat utamanya dalam hal pemberdayaan perempuan, kegiatan Posyandu, dan kegiatan penyuluhan kesehatan anak dan ibu yang berlangsung di desa.

TRENDING :  Puluhan Tokoh dan Umat Lintas Agama Lakukan Kunjungan Saat Lebaran

“Kami yakin dengan kualitas ibu-ibu yang pernah sekolah di Banat mampu melebur di masyarakat sebagai seorang inspirator. Selain itu, sikap luwes juga dibutuhkan di masyarakat. Jangan lupa juga untuk aktif mengikuti kegiatan di desa seperti Posyandu, PKK, pemberdayaan perempuan, dan lainnya,” terangnya.

Seiring dengan singkatnya waktu kepengurusan yang hanya selama dua tahun, bupati memiliki pandangan lain. Pihaknya optimis walau masa kepengurusan singkat, alumni Banat telah terbiasa mengerjakan sesuatu dengan cepat dan cermat. “Saya yakin meski hanya dua tahun, tidak seperti bupati yang lima tahun, alumni Banat pasti sudah pengalaman mengerjakan sesuatu dengan cepat,” ungkapnya.( * )

KOMENTAR SEDULUR ISK :