KUDUS, ISKNEWS.COM – Sebanyak 25 Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) di Kecamatan Kota Kudus mengirimkan santri terbaiknya untuk mengikuti seleksi Festival Anak Saleh Indonesia (FASI) tingkat kecamatan, Minggu (13/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi ajang untuk menjaring peserta yang akan mewakili Kecamatan Kota pada FASI tingkat Kabupaten Kudus.
Ketua Badko Kecamatan Kota, Ahmad Latif, mengatakan pelaksanaan FASI tahun ini kembali digelar setelah sempat vakum selama sekitar empat hingga lima tahun.
Padahal, berdasarkan ketentuan, FASI semestinya dilaksanakan secara rutin setiap dua tahun sekali. Namun, pelaksanaan di Kudus sempat terhenti karena pihaknya masih menunggu petunjuk dan surat dari tingkat provinsi.
“Kalau aturannya memang dua tahun sekali. Ini sempat vakum sekitar empat sampai lima tahun. Sekarang kita adakan lagi dan dimulai dari seleksi tingkat kecamatan,” ujar Ahmad Latif, yang juga Bendahara Badko Kabupaten Kudus.

Ia menjelaskan, seleksi di tingkat Kecamatan Kota dilaksanakan secara sederhana. Kendati demikian, proses seleksi tetap dipertahankan agar santri yang maju ke tingkat berikutnya benar-benar melalui proses perlombaan.
“Teman-teman sepakat untuk tetap ada seleksi. Meskipun sederhana, tetap kita lakukan seleksi. Kegiatan dimulai sekitar pukul 08.00 WIB dan sekarang tinggal menunggu pengumuman,” jelasnya.
Ahmad Latif menyebutkan, dari total 32 TPQ yang berada di wilayah Kecamatan Kota Kudus, sebanyak 25 TPQ mengikuti seleksi FASI tahun ini.
Tidak semua TPQ dapat mengirimkan peserta. Menurut Ahmad, sebagian lembaga memiliki jumlah santri yang relatif terbatas sehingga tidak mudah menyiapkan perwakilan untuk mengikuti berbagai cabang perlombaan.
Secara keseluruhan, jumlah santri yang belajar di 32 TPQ di Kecamatan Kota Kudus diperkirakan mencapai sekitar 4.000 anak.
FASI sendiri memiliki tiga tingkatan peserta, yakni Taman Kanak-kanak Al-Qur’an (TKQ), Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), serta Ta’limul Qur’an lil Aulad (TQA). Pada masing-masing tingkatan terdapat sejumlah cabang perlombaan yang disesuaikan dengan kategori usia peserta.
“Cabangnya cukup banyak. Ada tiga tingkatan, yakni TKQ, TPQ, dan TQA. Masing-masing tingkatan memiliki sekitar enam sampai tujuh cabang lomba,” ungkap Ahmad Latif.
Hasil seleksi tingkat kecamatan tersebut selanjutnya akan menjadi dasar untuk menentukan peserta yang akan mewakili Kecamatan Kota Kudus dalam FASI tingkat kabupaten.
FASI tingkat Kabupaten Kudus dijadwalkan berlangsung pada 10 Oktober 2026 di Pendopo Kabupaten Kudus. Peserta terbaik dari tingkat kabupaten kemudian berpeluang melanjutkan perjuangan ke tingkat Provinsi Jawa Tengah yang diperkirakan digelar pada November atau Desember.
Ahmad mengatakan, waktu persiapan menuju tingkat kabupaten relatif singkat. Karena itu, santri yang berhasil meraih juara pertama di tingkat kecamatan diharapkan langsung mendapatkan pembinaan dan latihan lebih lanjut.
“Kita masih punya waktu sekitar dua sampai tiga minggu sebelum tanggal 10 Oktober. Anak-anak yang juara satu nanti harus tetap digembleng supaya persiapannya lebih matang,” katanya.
Pembinaan selanjutnya akan dilakukan oleh lembaga masing-masing dengan tetap mendapatkan pemantauan dari Badko Kecamatan Kota. Hal itu dilakukan agar peserta yang terpilih dapat tampil maksimal ketika menghadapi persaingan di tingkat kabupaten.
Ahmad Latif mengakui, capaian Kecamatan Kota dalam ajang FASI sebelumnya masih belum maksimal jika dibandingkan sejumlah kecamatan lain. Salah satu tantangannya adalah jumlah TPQ di Kecamatan Kota yang relatif lebih sedikit.
“Jumlah TPQ kita memang bisa dikatakan paling sedikit dibandingkan beberapa kecamatan lain. Kalau seperti Gebog dan Jekulo, jumlah TPQ-nya lebih banyak, sehingga kemungkinan mendapatkan bibit-bibit peserta juga lebih besar,” pungkasnya. (AS/YM)







