Bupati Kudus Beri Mainan untuk Hibur Anak-anak Pengungsi Banjir

oleh -250 Dilihat
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris memberikan mainan kepada anak-anak pengungsi banjir di posko pengungsian Gedung Muslimat NU Desa Loram Kulon, Kecamatan Jati, Rabu (14/1/2026). Mainan tersebut diberikan untuk menghibur dan mengurangi trauma anak-anak terdampak bencana. (Foto: Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

Kudus, isknews.com– Di tengah situasi pengungsian akibat banjir, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris berupaya menghadirkan keceriaan bagi anak-anak terdampak dengan membagikan mainan saat mengunjungi posko pengungsian di Gedung Muslimat NU Desa Loram Kulon, Kecamatan Jati, Rabu (14/1/2026). Pemberian mainan tersebut dilakukan untuk menghibur sekaligus mengurangi trauma anak-anak akibat bencana banjir.

Dalam kunjungannya, Bupati Sam’ani tidak hanya menyapa para pengungsi, tetapi juga meninjau langsung kesiapan posko serta memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh instansi, dinas, relawan, dan masyarakat yang terlibat dalam penanganan kebencanaan di Kabupaten Kudus.

“Kami hadir untuk melihat langsung kondisi pengungsi dan kesiapan teman-teman dari berbagai instansi dan dinas. Selain itu, kami juga menyalurkan bantuan logistik dan memberikan mainan untuk anak-anak agar mereka bisa terhibur,” ujar Sam’ani.

Ia menambahkan, ke depan anak-anak pengungsi juga akan mendapatkan sarana hiburan tambahan berupa televisi layar besar yang akan disalurkan oleh Rumah Sakit Mardi Rahayu. Upaya tersebut diharapkan dapat membantu menjaga kondisi psikologis anak-anak selama berada di pengungsian.

“Alhamdulillah anak-anak bisa tersenyum dan terhibur. Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu meringankan beban kebencanaan ini. Semoga keikhlasan dalam membantu mendapatkan pahala yang berlipat,” tambahnya.

Sam’ani menyebutkan, wilayah terdampak banjir di Kabupaten Kudus meliputi sekitar tujuh kecamatan dengan kurang lebih 60 desa. Sejumlah titik pengungsian tersebar di Desa Pasuruhan Lor, Loram Kulon, Payaman, Kesambi, Ngembalrejo, dan beberapa lokasi lainnya. Data detail mengenai sebaran wilayah terdampak akan disampaikan oleh BPBD Kabupaten Kudus.

Ia juga mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk turut berpartisipasi membantu penanganan bencana, baik melalui bantuan logistik, tenaga, maupun dukungan lainnya.

Sementara itu, penanggung jawab Posko Pengungsian Desa Loram Kulon, Abdul Haris, menjelaskan bahwa hingga pukul 14.00 WIB jumlah pengungsi tercatat sekitar 54 kepala keluarga atau 140 jiwa, mulai dari anak-anak hingga lanjut usia. Posko tersebut masih mampu menampung hingga sekitar 300 orang.

“Kebutuhan logistik dan obat-obatan sejauh ini sudah terpenuhi. Kebutuhan dasar seperti makan dan mandi juga sudah kami siapkan. Untuk layanan makan, dapur umum berada di Desa Jati Wetan,” jelasnya.

Ia menambahkan, posko pengungsian telah dilengkapi dengan tujuh bilik kamar mandi. Seluruh pengungsi di Loram Kulon merupakan warga Desa Jetiskapuan yang dievakuasi dan tiba di lokasi sekitar pukul 10.00 WIB. Masih ada kemungkinan jumlah pengungsi bertambah.

Koordinator pengungsi banjir Desa Jetiskapuan, Nur Hasim, menyampaikan bahwa banjir mulai terjadi sejak Selasa (13/1) sekitar pukul 22.00 WIB. Ketinggian air di wilayah tersebut mencapai 75 hingga 100 sentimeter, sementara air yang masuk ke rumah warga rata-rata setinggi 50 sentimeter.

Salah satu pengungsi, Sofiati (56), warga Desa Jetiskapuan, mengaku daerah tempat tinggalnya kerap dilanda banjir. Menurutnya, air biasanya baru surut satu hingga dua minggu setelah banjir terjadi.

“Tadi saya dievakuasi dan dibawa ke sini. Saya punya penyakit kaki, jadi berjalan menggunakan tongkat. Di rumah saya tinggal bersama anak laki-laki saya, nanti juga menyusul ke pengungsian,” tuturnya. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.