Kudus, isknews.com – Bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem berupa hujan berintensitas sedang hingga lebat melanda Kabupaten Kudus sejak Jumat (9/1/2026). Kondisi tersebut menyebabkan banjir meluas di berbagai wilayah, dipicu oleh meluapnya sejumlah sungai serta meningkatnya debit air kiriman dari daerah hulu.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus mencatat sebanyak 7.472 rumah warga terendam banjir. Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Kudus, Eko Hari Djatmiko, menyampaikan bahwa dampak bencana hampir merata di wilayah Kudus.
“Berdasarkan data per Rabu, 14 Januari 2026 pukul 17.00 WIB, bencana tercatat terjadi di 9 kecamatan dan 61 desa. Jumlah warga terdampak mencapai 48.305 jiwa,” ujar Eko.
Ia menjelaskan, banjir menjadi kejadian paling dominan dengan ketinggian air berkisar antara 20 hingga 100 sentimeter. Selain merendam permukiman warga, banjir juga menggenangi area persawahan serta mengganggu akses jalan di sejumlah titik.
Selain banjir, BPBD Kudus juga mencatat adanya 127 titik tanah longsor yang tersebar di beberapa kecamatan, terutama di wilayah perbukitan Kecamatan Gebog dan Dawe. Peristiwa longsor tersebut mengakibatkan 33 rumah terdampak serta menyebabkan kerusakan pada sejumlah akses jalan desa.
Cuaca ekstrem yang disertai angin kencang turut memicu bencana lain, seperti 14 pohon tumbang, 5 kendaraan rusak, serta kerusakan pada beberapa fasilitas umum, termasuk fasilitas pendidikan dan tempat ibadah.
Eko menambahkan, BPBD Kudus bersama TNI, Polri, organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, pemerintah desa, serta relawan terus melakukan penanganan darurat di lapangan. Upaya tersebut meliputi evakuasi warga terdampak, pendirian dan operasional dapur umum, pendistribusian bantuan logistik, serta asesmen dan pembaruan data secara berkala.
“Sebagian warga terpaksa mengungsi. Saat ini tercatat sebanyak 233 kepala keluarga atau 596 jiwa berada di titik-titik pengungsian yang telah disiapkan,” jelasnya.
BPBD Kabupaten Kudus mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana susulan. Pasalnya, intensitas hujan masih tergolong tinggi dan cuaca ekstrem diperkirakan masih berpeluang terjadi dalam beberapa hari ke depan.(AS/YM)










