Bupati Kudus Tinjau Lokasi Angin Kencang Undaan, 73 Rumah Terdampak

oleh -269 Dilihat
Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, meninjau langsung lokasi yang terdampak angin kencang di Kecamatan Undaan, Rabu (20/8/2025). (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, meninjau langsung lokasi bencana angin kencang yang melanda Kecamatan Undaan, Selasa (19/8/2025) siang.

Dalam keterangannya, ia menyebutkan jumlah rumah yang terdampak mencapai 73 unit.

“Di Desa Medini ada 55 rumah yang terdampak, sementara di Desa Kalirejo ada 28 rumah,” kata Sam’ani.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada aparat kecamatan, TNI-Polri, dan BPBD yang cepat melakukan penanganan darurat.

“Saya berterima kasih kepada Pak Camat Undaan, Kapolsek, Danramil, termasuk dari BPBD yang sigap memberikan bantuan. Hari ini kami hadir bersama Dinas Sosial P3A, B2KV, dan Dinas Ketahanan Pangan untuk menyambangi masyarakat, memberikan semangat, dan menyalurkan bantuan,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Kudus juga sempat menyerahkan bantuan berupa beras kepada keluarga terdampak serta uang tunai kepada sejumlah warga yang rumahnya mengalami kerusakan.

Adapun bantuan material bangunan seperti genteng, galvalum, dan baja ringan akan didistribusikan oleh BPBD Kudus setelah inventarisasi dan pendataan selesai dilakukan.

Hujan deras disertai angin kencang yang terjadi sekitar pukul 11.30 WIB hingga 12.30 WIB itu merobohkan atap rumah warga dan menumbangkan sejumlah pohon.

Di Desa Medini, kebutuhan perbaikan mencapai 7.050 genteng, 28 lembar asbes, dan 31 lembar galvalum. Sedangkan di Desa Kalirejo, kebutuhan material meliputi 2.620 genteng, dua lembar asbes, dan 222 genteng terpus.

Salah seorang warga, Umi Kusrini, menceritakan detik-detik saat angin kencang menerjang rumahnya.

“Sekitar jam sebelas siang ada mendung, lalu angin besar datang disertai hujan lebat. Tiba-tiba terdengar suara gemuruh, atap rumah pada jatuh, genteng-genteng berjatuhan,” tuturnya.

Ia menambahkan, seorang anak kecil berusia empat tahun sempat terkena jatuhan genteng, namun hanya mengalami luka ringan.

“Alhamdulillah tidak parah, anak itu sekolah di TK Medini,” imbuhnya. Menurut Umi, kerusakan di sekitar rumahnya cukup banyak, kurang lebih ada sepuluh rumah.

“Kalau dibanding sebelumnya, ini yang paling parah,” katanya.

Petugas gabungan dari BPBD Kudus, Trantibum Kecamatan Undaan, Polsek, Koramil, relawan Kencana, relawan Destana, serta warga setempat langsung bergerak melakukan evakuasi dan kerja bakti membersihkan material pohon tumbang. Bantuan genteng darurat juga segera didistribusikan agar warga bisa memperbaiki rumah mereka.

Camat Undaan, Arif Budianto, menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan koordinasi lintas sektor.

“Begitu laporan masuk, kami langsung berkoordinasi dengan BPBD, Polsek, Koramil, serta relawan. Penanganan darurat sudah berjalan sejak siang, termasuk pembersihan pohon tumbang dan distribusi logistik. Kami pastikan kebutuhan genteng darurat segera sampai ke warga,” ujarnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :