Kudus, isknews.com – Meski sebelumnya sempat viral dan dikecam oleh sejumlah pihak akibat videonya menolak uluran tangan Bupati Kudus Sam’ani Intakoris saat para kader HMI beraudiensi di Pendapa Kabupaten Kudus pada Kamis (4/9/2025) beredar di media sosial maupun media massa.
Namun Bupati Kudus tetap bersedia hadir memenuhi undangan dalam acara pelantikan Khabib Maulana dan kawan-kawan yang terpilih sebagai Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) serta Korps HMI Wati (KOHATI) Cabang Kudus Masa Juang 2025–2026.
Pelantikan yang berlangsung di Taman Budaya Bae pada Sabtu (27/9/2025) itu menandai dimulainya kepengurusan baru HMI Kudus yang berkomitmen untuk terus mengawal isu-isu daerah.
Usai pelantikan, Khabib Maulana menegaskan bahwa HMI Kudus akan mendorong hadirnya ruang kritik dan saran demi perbaikan tata kelola pemerintahan di Kabupaten Kudus.
“Kami akan mengawal isu-isu kedaerahan. Nantinya perkembangan kinerja pemerintah menjadi parameter bagi kami untuk terus memberikan masukan-masukan yang lebih baik,” ujarnya.
Khabib juga menekankan bahwa HMI Kudus akan bersikap kritis namun tetap konstruktif dalam menyampaikan aspirasi.
“Kami bukan sekadar hadir untuk mengkritik, tetapi juga menawarkan solusi. Mahasiswa punya tanggung jawab moral untuk ikut serta membangun daerah. Kami ingin menjadi mitra yang kritis sekaligus solutif bagi pemerintah daerah,” tegasnya.
Ia menambahkan, penyampaian aspirasi bisa dilakukan melalui berbagai bentuk, mulai dari diskusi internal, forum terbuka, audiensi, hingga aksi turun jalan sesuai mekanisme yang berlaku.
“Dari hasil diskusi internal, baru kami tentukan apakah akan turun jalan, audiensi, atau melalui media. Semua bentuk aspirasi itu sah selama dilakukan dengan cara yang benar,” imbuhnya.
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris dalam sambutannya mengapresiasi semangat HMI sebagai organisasi kepemudaan yang sarat dengan gagasan perubahan.
“HMI adalah pondasi muda yang penuh semangat untuk perubahan. Kami ucapkan selamat, semoga HMI bisa menjadi mitra strategis Pemkab Kudus, memberikan kritik, koreksi, dan saran yang konstruktif menuju Kudus yang sehat dan sejahtera,” ucap Sam’ani.
Usai acara pelantikan, Sam’ani kepada awak media menegaskan bahwa Pemkab Kudus selalu membuka ruang dialog dengan mahasiswa.
“Silahkan menggunakan media apapun untuk melakukan kritik kepada kami, asalkan masih pada koridor yang benar dan tidak merusak fasilitas umum. Kritik dari mahasiswa adalah vitamin bagi pemerintah daerah. Lewat masukan itu kita bisa memperbaiki pelayanan publik,” katanya.
Adapun susunan pengurus inti HMI Cabang Kudus Masa Juang 2025–2026 yang dilantik yakni, Khabib Maulana sebagai Ketua Umum, Fendy Zarmas Ariyanto sebagai Sekretaris Umum, dan Khoifatun Nufa sebagai Bendahara Umum.
Pengurus tersebut ditetapkan melalui Surat Keputusan Pengurus Besar HMI, yang disahkan di Jakarta pada 24 Dzulhijjah 1446 H / 20 Juni 2025 M, ditandatangani oleh Bagas Kurniawan selaku Ketua Umum PB HMI dan Muh. Jusrianto selaku Sekretaris Jenderal PB HMI.
Pelantikan ini diharapkan menjadi momentum baru bagi HMI dan KOHATI Kudus untuk berperan aktif dalam pembangunan daerah, sekaligus memperkuat sinergi dengan pemerintah serta berbagai elemen masyarakat. (YM/YM)











