Bupati Sam’ani Serahkan Puluhan Alsintan untuk Petani, Kudus Terus Pacu Ketahanan Pangan

oleh -510 Dilihat
Pemerintah Kabupaten Kudus menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) dari pemerintah pusat dan Pemerintah Kabupaten Kudus kepada para petani. (Foto: YM)

KUDUS, ISKNEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Kudus menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) dari pemerintah pusat dan Pemerintah Kabupaten Kudus kepada para petani. Bantuan tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengatakan, penyerahan alsintan merupakan bentuk perhatian pemerintah dalam membantu para petani meningkatkan produksi pangan. Bantuan tersebut terdiri dari berbagai jenis peralatan yang mendukung pengolahan lahan, pengairan hingga proses panen.

“Ada agenda penyerahan alsintan baik dari pemerintah pusat maupun dari Pemerintah Kabupaten Kudus. Ada beberapa jenis bantuan dalam rangka membantu masyarakat dalam hal ketahanan pangan,” kata Sam’ani.

Pada kesempatan itu, Sam’ani menyampaikan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto atas perhatian pemerintah pusat terhadap sektor pertanian, khususnya bagi para petani di Kabupaten Kudus.

Menurutnya, sektor pertanian di Kudus terus menunjukkan perkembangan positif. Kabupaten Kudus saat ini mampu menjaga surplus pangan sekitar 25 ribu hingga 30 ribu ton setiap tahun.

“Alhamdulillah Kabupaten Kudus sudah surplus pangan, antara 25 sampai 30 ribu ton per tahun. Kita harus terus tumbuh dan terus bekerja keras,” tegasnya.

Ia menyebut pola tanam di sejumlah wilayah juga terus berkembang. Selain masa tanam pertama dan kedua, sebagian wilayah bahkan mampu melaksanakan masa tanam ketiga dengan beragam komoditas.

“Tanamannya tidak hanya padi, tetapi ada kacang hijau, jagung dan lainnya. Termasuk tebu juga semuanya berjalan,” ujarnya.

Sam’ani meminta para penerima bantuan memanfaatkan alsintan tersebut secara maksimal dan sesuai peruntukannya. Ia juga menegaskan, tidak ada pungutan biaya dalam proses penyerahan bantuan kepada para penerima manfaat.

Selain itu, Pemkab Kudus bersama jajaran kepolisian akan mengawal kebutuhan pupuk dan bahan bakar minyak untuk menunjang operasional peralatan pertanian agar distribusinya berjalan sesuai ketentuan.

Menghadapi musim kemarau, Sam’ani meminta seluruh potensi sumber air dan jaringan irigasi dimaksimalkan. Program pembangunan sumur dari TNI serta berbagai program pertanian lainnya diharapkan dapat membantu wilayah yang mengalami kekeringan.

“Irigasi kita maksimalkan karena sebagian wilayah memang ada yang mengalami kekeringan. Semua potensi yang ada harus kita manfaatkan untuk mendukung pertanian,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus Didik Prasetyo menjelaskan, bantuan alsintan yang disalurkan berasal dari pemerintah pusat dan APBD Kabupaten Kudus Tahun Anggaran 2026.

Bantuan dari pemerintah pusat meliputi 16 unit traktor roda dua, enam unit traktor roda empat, tiga unit traktor roda crawler atau rotavator, sembilan unit pompa air enam inci, 16 unit pompa air tiga inci serta satu unit combine harvester besar.

Sedangkan dari APBD Kabupaten Kudus Tahun 2026, bantuan berupa lima unit pompa air delapan inci, dua unit combine harvester besar dan satu unit traktor crawler untuk Brigade Alsintan Dinas.

“Bantuan alsintan ini untuk mendukung petani mulai dari pengolahan lahan, kebutuhan pengairan hingga proses panen. Harapannya pekerjaan petani lebih efektif dan produktivitas pertanian di Kabupaten Kudus terus meningkat,” ujar Didik.

Ia berharap seluruh bantuan dapat dimanfaatkan dan dirawat dengan baik agar manfaatnya benar-benar dirasakan para petani serta mendukung keberlanjutan ketahanan pangan Kabupaten Kudus. (YM/YM)