Bupati: Tidak Ada Transaksi Uang, Pohon Membahayakan Akan Dirimbas Gratis

oleh -326 Dilihat
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris meninjau langsung kegiatan perimbasan pohon yang saat ini sedang berlangsung di sejumlah ruas jalan kabupaten. Rabu (5/11/2025). (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Bupati Kudus Sam’ani Intakoris meninjau langsung kegiatan perimbasan pohon yang saat ini sedang berlangsung di sejumlah ruas jalan kabupaten, Rabu (5/11/2025).

Langkah ini dilakukan sebagai upaya antisipasi menghadapi musim penghujan agar ranting atau dahan pohon yang rapuh tidak membahayakan pengguna jalan.

“Kita dan dari Dinas PKPLH melakukan rimbas-rimbas bersama perusahaan-perusahaan yang ada, baik PT Djarum maupun PT Sukun. Ini dilakukan supaya tidak terjadi patah yang bisa mencederai para pengguna jalan,” ujar Sam’ani di sela peninjauan.

Menurutnya, kegiatan perimbasan kali ini merupakan bagian dari gerakan gotong royong lintas pihak. Pemerintah daerah bekerja sama dengan perusahaan swasta dan masyarakat untuk memastikan keselamatan di jalan raya tetap terjaga.

“Ini sebagai langkah kita menghadapi musim penghujan yang sudah mulai datang sekarang,” tegasnya.

Sam’ani juga menegaskan bahwa kegiatan perimbasan dilakukan tanpa pungutan biaya kepada masyarakat.

Ia meminta warga segera melapor apabila ditemukan oknum yang meminta bayaran.

“Gratis, tidak ada pungutan. Kalau ada pungutan, lapor saya,” tandasnya.

Bupati menambahkan, masyarakat diperbolehkan mengajukan permintaan perimbasan apabila terdapat pohon yang membahayakan di depan rumah atau lingkungan sekitar.

Namun, semua kegiatan harus tetap dikoordinasikan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.

“Kalau ada pohon yang membahayakan, silakan sampaikan. Tapi tidak ada transaksi uang, cukup koordinasi saja. Kalau hasil kajian memang berbahaya langsung bisa dilaksanakan penebangan,” ungkapnya.

Diketahui, kegiatan perimbasan dilakukan di sejumlah titik rawan seperti Jalan Pemuda, Jalan menuju kawasan PT Sukun, dan Jalan Ahmad Yani.

Untuk ruas jalan provinsi dan nasional, Pemkab Kudus akan melakukan koordinasi dengan instansi terkait.

“Kalau memang berisiko, teman-teman dari BPBD dan PKPLH akan segera turun,” kata Sam’ani.

Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas PKPLH Kudus, Sulistyowati, yang turrut serta mendampingi Bupati dalam pemantauan tersebut menjelaskan bahwa kegiatan perimbasan dilaksanakan secara gotong royong melibatkan sejumlah perusahaan besar di Kudus.

Pihaknya juga telah mengirimkan surat resmi permohonan bantuan tenaga dan peralatan perimbasan kepada PT PLN, PT Nojorono, PT Sukun, dan PT Pura Barutama.

“Kolaborasi ini penting agar kegiatan perimbasan berjalan efektif dan aman. Kami berharap dukungan dari berbagai pihak terus berlanjut, terutama dalam menjaga keselamatan pengguna jalan dan kelestarian lingkungan,” kata Sulistyowati. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :