Cegah Penyebaran Covid 19, Muhammadiyah Kudus Bentuk Tim MCC

oleh

Kudus, isknews.com – Muhammadiyah Covid-19 Center (MCC) Pimpinan daerah Muhammadiyah (PDM) Kudus adalah sebuah satuan gugus tugas yang dibentuk dalam rangka membantu tugas pemerintah Kabupaten Kudus dalam upaya pencegahan dan penyebaran covid 19.

Menurut sekretaris  PDM Zulfa Kurniawan, pembentukan MCC didasari atas Maklumat Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah nomor 02 / MLM / I.0 / H / 2020, tentang Pencegahan Penyebaran Wabah Virus Corona Diesease 2019 (Covid19)  yang implementasinya dengan membentuk Muhammadiyah Covid Center (MCC) di lingkungan PDM Kudus.

Relawan MCC bergerak dari masjid, musala, sekolah lakukan penyemprotan desinfektan (Foto: istimewa)

“Keanggotaannya merupakan tim gabungan dari para relawan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), Lazismu, KOKAM, PDPM, IMM, AUM dan sejumlah organisasi otonom yang berada dibawah Persyarikatan Muhammadiyah di Kudus,” katanya, Minggu (22/03/2020).

TRENDING :  Tak Gelar Salat Jumat di Masjid, Ikhtiar Warga Muhammadiyah Kudus Putus Rantai Penyebaran Covid 19

Diungkapkan oleh Zulfa Kurniawan, Relawan MCC dalam tugasnya diantaranya adalah melakukan penyemprotan disinfektan di masjid, musala, dan Sekolah baik itu yang merupakan asset amal usaha Muhammadiyah maupun sejumlah fasilitas umum,   pembuatan sabun antiseptik dan cairan pembersih tangan serta melakukan pembagian masker.

“Dibantu oleh Universitas Muhammadiyah Kudus, kami membuat sendiri cairan desinfektan yang digunakan dalam penyemprotan tersebut,” kata Zulfa.

Apel sebelum berangkat menjalankan tugas kemanusiaan (Foto: istimewa)

Menurutnya, sesuai instruksi Plt Bupati Kudus, RS ‘Aisyiyah juga telah menyediakan ruang isolasi khusus bagi ODP, PDP bahkan pasien yang sudah dinyatakan positif dengan standar SOP kementerian kesehatan.

“Sebagai alternatif ruang rujukan lini kedua, apabila RSUD Kudus yang memang ditujuk pemerintah pusat sudah tak lagi mampu menampung pasien yang terindikasi Covid 19,” terang dia.

TRENDING :  Ribuan Penderita Tuberkulosis di Pati Belum Terobati

Muhammadiyah tidak boleh berdiam diri karena penyebaran Corona COVID-19 sebagai pandemi, “Sehingga penanganan dan pencegahannya perlu dukungan semua pihak,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Gugus Tugas MCC PDM Kudus Satrio Yudha secara terpisah mengatakan, pihaknya kini sedang melakukan inventarisasi dan pendataan kegiatan di internal persyarikatan Muhammadiyah Kudus yang akan melibatkan lebih dari 50 orang baik di tingkat daerah hingga ranting selama 1 bulan ke depan.

Penyemprotan cairan desinfektan yang dibuat sendiri oleh mahasiswa UMKU (foto: istimewa)

“Jika memang kegiatan tersebut benar-benar tidak bisa dibatalkan agar dilakukan pendataan jamaah yang mengikuti kegiatan tersebut dengan diberikan fasilitas cuci tangan  atau hand sanitizer serta menyarankan bagi yg memiliki gejala serupa covid-19 agar tidak menghadiri kegiatan yg melibatkan banyak orang,” katanya.

TRENDING :  Semarakkan Musyda, Pemuda Muhammadiyah Kudus Gelar Turnamen Futsal Antar Ranting

Selain itu menurut Yudho, gugus tugas juga melakukan sosialisasi covid-19 ke seluruh elemen persyarikatan baik di tingkat daerah, cabang, ranting, maupun AUM.

Dari pantauan media ini sejumlah relawan dari MCC telah melakukan penyemprotan mandiri terhadap sejumlah sekolah, masjid dan fasilitas umum termasuk sejumlah kantor kelurahan. Pada aksi tersebut kegiatan mereka memperoleh tanggapan positif dari warga.

“Kami sudah menyusun rencana kerja tim selama 1 bulan kedepan. Anggaran kegiatan ini dari PDM Kudus dengan fokus utama misi pelayanan kemanusiaan dan kesehatan masyarakat,” tandas Yudho. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :