Kudus,isknews.com – Di desa Rejosari dukuh Dengkol terdapat Kedung yang konon terkenal angker dipercaya masih ada penunggu ular di situ yang bernama Kedung Nganten. Dibalik nama tersebut ada cerita tragis yang dipercaya masyarakat di lingkungan tersebut.
Konon cerita ada sepasang pengantin hanyut dan tewas di kedung itu ketika melewati aliran kedung itu.
Menurut cerita yang turun temurun pengantin tersebut belum sepasar ( 5 hari menurut hitungan Jawa) namun sudah keluar rumah bepergian padahal menurut adat Jawa itu adalah pantangan bagi pengantin yang baru saja melangsungkan pernikahan.
Namun versi lain yang mengatakan sepasang kekasih dari Kepangen dan Dengkol Karang Mojo nekad menikah walau ada mitos saat itu larangan menikah antar dua dukuh yang dipisahkan oleh sungai itu. Jika hal itu dilanggar akan ada musibah untuk pengantin tersebut.
Dikisahkan Ketika pengantin tersebut menyeberang sungai itu tiba tiba jembatan bergoyang dan berbalik sehingga pengantin itu jatuh dan hanyut di sungai itu. Ternyata yang mereka kira jembatan adalah seekor ular besar penunggu sungai itu yang menggeliat ketika dilintasi pengantin itu.
Menurut warga sekitar situ Sutiyono (45), Di Kedung situ masih terdapat penampakan ular. Masyarakat situ tidak berani mandi di situ karena masih angker walau terlihat indah.
” Pernah warga di sini dihantui penampakan ular tersebut di situ ketika masa panen ia lupa membawa sesaji atau “Buceng” berupa ikan sepasang ( Lele dan Kutuk/Gabus) yang biasa petani lakukan. Ia lari terbirit birit melihat ular besar di sana ” Terangnya.
Ditambahkan tokoh masyarakat Bp. Kusmadi (58) menyebut, “Cerita itu sudah ada ketika saya kecil yang sudah turun temurun. Itu cerita orang kuno.”
” Namun dengan pemahaman aqidah agama Islam yang baik di masyarakat, sekarang sudah tidak berlaku lagi walau masih beberapa orang yang masih percaya seperti. Janganlah mempercayai hal yang bisa membuat kita sirik.” Pungkasnya.
Oleh Iwan Nurdi Zm










