Kudus, isknews.com – Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Kudus pada Ahad (11/1/2026) membawa duka mendalam. Hujan lebat yang turun sejak siang hari menyebabkan sejumlah sungai meluap dengan arus deras, hingga menyeret dua warga di lokasi berbeda.
Korban pertama adalah INU (5), bocah perempuan asal Kayuapu Wetan, Desa Gondangmanis, Kecamatan Bae. Ia dilaporkan hanyut terseret derasnya arus anak Sungai Perak saat kondisi hujan masih mengguyur wilayah tersebut. Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian masih terus dilakukan dan korban belum ditemukan.
Sementara itu, tragedi serupa terjadi di Sungai Gembel. Seorang pemuda berinisial AW (27), warga Desa Bacin, Kecamatan Bae, dilaporkan tenggelam sekitar pukul 15.00 WIB akibat tidak mampu melawan kuatnya arus sungai yang meluap.
Upaya pencarian yang dilakukan tim SAR gabungan bersama relawan akhirnya membuahkan hasil. Setelah penyisiran selama hampir lima jam, jasad AW ditemukan pada pukul 19.50 WIB di aliran Sungai Tempur, Desa Pedawang, atau sekitar 3 hingga 4 kilometer dari lokasi awal kejadian.
“Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Berdasarkan pemeriksaan tim Inafis dan tenaga medis, korban diperkirakan telah meninggal sekitar empat jam sebelum ditemukan,” ungkap Kapolsek Bae, IPTU Madiyono.
Jenazah korban selanjutnya dievakuasi ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga. Suasana duka menyelimuti prosesi tersebut, terlebih dengan kehadiran Bupati Kudus Sam’ani Intakoris yang didampingi Kapolres Kudus AKBP Heru Dwi Purnomo serta Dandim Kudus Letkol Arh Yuusufa Allan Andriase untuk menyampaikan belasungkawa secara langsung.
Menyikapi rangkaian kejadian tersebut, Bupati Kudus mengimbau masyarakat agar meningkatkan kehati-hatian, khususnya saat beraktivitas di sekitar aliran sungai. Ia menekankan pentingnya kewaspadaan di tengah kondisi cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi yang masih berpotensi terjadi di wilayah Kudus. (AS/YM)








