Curah Hujan Tinggi BPBD Waspadai Banjir, Tanah Longsor Serta Ancaman Terpaan Puting Beliung,

oleh -387 Dilihat

Kudus, isknews.com – Terkait informasi dari BMKG seputar durasi musim hujan dan tinggi rendahnya curah hujan di kabupaten Kudus, Kepala pelaksana harian BPBD Kudus Bergas Caturisasi Penanggungan, menyampaikan telah mempersiapkan pengerahan sumber daya komando tanggap darurat bencana dari kelompok fungsi.

Namun dari pengalaman BPBD terkait penanganan pengungsi korban bencana, ada hal yang menurutnya kurang efektif adalah terutama dalam mengelola dapur umum.

“Harapan kami muncul alternatif pengganti keberadaan dapur umum yaitu adanya kordinasi di pemerintah Kecamatan atau Desa yang tidak terdampak bencana, untuk juga memberikan bantuan berupa logistik siap makan yang diatur secara bergantian, atau dengan kata lain adanya prinsip gotong royong dalam memberikan bantuan pada korban,” kata Bergas.

Kepala Pelaksana harian BPBD tersebut menyampaikan hal tersebut saat Rapat Koordinasi Antisipasi Musim Hujan periode tahun 2017 – 2018 di Kabupaten Kudus yang diselenggarakan oleh BPBD Kabupaten Kudus dan dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kudus Noor Yasin, di Ruang rapat kantor BPBD Kabupaten Kudus, Kamis (30/11/17).

Dilanjutkannya, Faktor penyebab banjir salah satunya adalah dari sampah yang menumpuk akibat limbah dari rumah tangga sehingga ketika terjadi hujan lebat sungai tidak dapat menampung air sehingga menyebabkan air meluap menggenangi pemukiman warga.

” Sesuai data yang ada terkait bencana semakin tahun semakin bertambah hal ini wajar saja terjadi karena banyak faktor yang mempengaruhi diantaranya pertambahan penduduk dan semakin dieksploitasinya alam ini untuk kepentingan manusia,” ujarnya.

Di jelaskan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus siap siaga pada musim hujan kali ini, tingginya intensitas hujan di Kudus bakal terjadi pada bulan Dember dan Januari.

Ancaman yang perlu diwaspadai yaitu banjir dan tanah longsor. Selain itu juga ancaman terpaan puting beliung, selain waspada, tindakan preventif agar dapat meminimalisir terjadinya banjir yakni dengan membersihkan saluran air di sekitrar rumah.

“Itu dari yang terkecil. Kalau dilakukan oleh semuanya maka akan berdampak besar. Setidaknya itu bisa meminimalisir banjir yang bakal terjadi,” tambahnya.

Dia mengatakan, beberapa daerah yang tergolong cekungan, semisal Kecamatan Jekulo, Mejobo, Jati, Kaliwungu rentan terhadap bencana banjir. (YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.