Dapur MBG Lebih Ramah Lingkungan Berkat Mitra Kudus Asik Pengolah Sampah Organik

oleh -28 Dilihat
Petugas Kudus Asik mengangkat tong berisi sampah organik ke dalam mobil operasional untuk dibawa ke Pusat Pengolahan Organik Bakti Lingkungan Djarum Fondation di Djarum Oasis. Pengangkutan dilakukan setiap hari guna menjaga kebersihan dan higienitas lingkungan. (Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

Kudus, isknews.com – Upaya menjadikan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kudus semakin ramah lingkungan kini diwujudkan melalui kemitraan antara Sentra Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan gerakan Kudus Asik (Apik, Resik) dari Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF). Kolaborasi ini membawa dampak signifikan dalam pengelolaan sampah organik, menjaga kebersihan dapur tetap prima, dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih higienis.

Salah satu di antara SPPG yang telah menggandeng Kudus Asik adalah SPPG Polres Kudus di Desa Rendeng, Kecamatan Kota. Kerja sama ini bahkan dijalankan sejak hari pertama dapur tersebut beroperasi pada Oktober 2025.
“Kami langsung menyambut baik tawaran Kudus Asik BLDF ketika dapur mulai beroperasi. Kolaborasi ini sangat membantu dalam menjaga kebersihan lingkungan,” ujar Kepala SPPG Polres Kudus, M. Rafi’ Projo Al Jito, Selasa (2/12/2025).

Pria yang akrab disapa Projo ini menjelaskan bahwa keberadaan lalat di area dapur menjadi risiko besar karena dapat membawa larva dan mencemari makanan. “Kalau lalat hinggap di makanan, bisa meninggalkan larva. Jika sampai termakan anak-anak, bisa menyebabkan sakit perut,” terangnya.

SPPG Polres Kudus setiap hari memproduksi ribuan porsi makanan MBG untuk 11 sekolah mulai TK, SD, dan SMP. Dengan volume produksi sebesar itu, sampah organik yang dihasilkan mencapai 10–15 tong per hari, mulai dari sisa makanan hingga limbah pemotongan sayuran.
“Sampah organik kami setiap hari diambil dan diolah menjadi kompos. Kudus Asik hanya mengangkut sampah yang telah dipilah, sehingga semua karyawan kami wajib memilah sampah sebelum dibuang,” kata Projo.

Ia menambahkan, layanan pengambilan sampah organik oleh BLDF sangat membantu karena tidak dipungut biaya. “Biasanya ada warga yang mengambil sebagian sampah, tetapi masih banyak yang tersisa. Dengan Kudus Asik, semuanya tertangani. Kami berharap kerja sama ini terus berjalan,” ungkapnya.

Staf Pusat Pengolahan Organik (PPO) Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF), Timothy Ariel Saputra, menuturkan bahwa hingga saat ini sudah ada 18 SPPG di Kudus yang menjadi mitra dalam pengelolaan sampah organik. Ke depan, seluruh SPPG yang direncanakan beroperasi di Kudus juga akan diintegrasikan dengan jaringan pengelolaan sampah Kudus Asik.

“Setiap sampah organik dari SPPG kami ambil secara rutin dan kami proses di PPO menjadi humisoil. Semua fasilitas, termasuk tempat sampah organik, kami berikan tanpa biaya,” jelasnya, Rabu (19/11/2025).

Ia menegaskan bahwa pemilahan sampah merupakan syarat utama bagi SPPG yang ingin bermitra. “Kami hanya menerima sampah organik. Jika masih tercampur, sampah tersebut tidak bisa kami proses,” tambahnya.

Timothy menjelaskan bahwa kompos yang dihasilkan telah dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari tanaman di Oasis Kretek Factory, program penghijauan di Pegunungan Patiayam dan Gunung Muria, hingga dibagikan gratis kepada masyarakat.
“Masyarakat yang membutuhkan pupuk kompos bisa menghubungi call center Kudus Asik di 08112982299, atau langsung datang ke PPO Oasis Kretek Factory,” tutupnya. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :