Dari Kampus untuk Energi Bersih, Mahasiswa Teknik Industri UMKU Bangun Shelter Berbasis Surya

oleh -41 Dilihat
Potret PLTS Industrial Shelter, sebuah kursi tunggu multifungsi yang sepenuhnya ditenagai energi surya. (Foto: Istimewa)

Kudus, isknews.com – Komitmen menuju kampus ramah lingkungan mulai diwujudkan mahasiswa Program Studi S1 Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) melalui inovasi “PLTS Industrial Shelter”, sebuah kursi tunggu multifungsi yang sepenuhnya ditenagai energi surya.

Shelter berukuran tinggi 2,5 meter dan panjang 2,1 meter ini dirancang tidak sekadar sebagai tempat duduk, tetapi juga dilengkapi meja, lampu, dan stopkontak yang dapat dimanfaatkan untuk mengisi daya perangkat elektronik seperti ponsel hingga laptop.

Dosen pengampu mata kuliah Proses Manufaktur, Kukuh Mukti Wibowo, M.T., menjelaskan bahwa karya ini merupakan hasil kolaborasi mahasiswa angkatan 2024. Proyek tersebut menjadi bagian dari pembelajaran berbasis praktik yang menekankan pada inovasi teknologi tepat guna.

Shelter ini bisa digunakan civitas academica UMKU untuk menunggu atau sekadar nongkrong sambil mengerjakan tugas. Karena selain kursi, kami juga menyediakan meja,” ujarnya, Kamis (30/4/2026).

Ia menambahkan, penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) menjadi keunggulan utama karena membuat shelter ini tidak bergantung pada pasokan listrik kampus maupun PLN. Energi matahari dikonversi menjadi listrik dan langsung disalurkan ke fasilitas yang tersedia.

Jadi shelter ini ramah lingkungan, tidak tergantung pada listrik kampus ataupun PLN,” tegasnya.

Dalam proses pembuatannya, mahasiswa menggunakan berbagai material seperti besi hollow kotak berukuran 3–5 milimeter, kayu, PVC board, serta spandek pasir sebagai atap. Pengerjaan proyek ini memakan waktu sekitar dua hingga tiga bulan.

Salah satu mahasiswa, Ahmad Kafin Zuda Azka, mengaku bangga dapat terlibat dalam pembangunan shelter bersama 21 rekan seangkatannya. Ia menyebut pengalaman ini menjadi pembelajaran berharga, terutama bagi mahasiswa yang baru pertama kali terjun langsung dalam proses manufaktur.

Teman-teman, baik perempuan maupun laki-laki, bersama-sama menyelesaikan shelter. Banyak yang baru pertama kali mencoba mengelas dan menggunakan alat-alat, tapi alhamdulillah semua bisa diselesaikan dengan baik,” ungkapnya.

Ia berharap inovasi ini menjadi langkah awal dalam mewujudkan konsep “Green Campus” di lingkungan UMKU sekaligus memacu mahasiswa untuk terus berkarya.

Sementara itu, Kaprodi S1 Teknik Industri UMKU, Nunung Agus Firmansyah, S.T., M.T., memberikan apresiasi atas capaian mahasiswa tersebut. Menurutnya, inovasi ini menunjukkan peningkatan kualitas karya mahasiswa, dari sebelumnya hanya mengedepankan aspek ergonomis menjadi teknologi yang aplikatif.

Jika sebelumnya mahasiswa membuat gazebo ergonomis, kini sudah berkembang dengan adanya teknologi panel surya sebagai nilai tambah yang bermanfaat,” ujarnya.

Ke depan, pihaknya mendorong mahasiswa untuk terus mengembangkan inovasi yang tidak hanya berguna di lingkungan kampus, tetapi juga dapat dihilirisasikan untuk kebutuhan masyarakat luas. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.