Kudus, isknews.com – Edukasi literasi keuangan mulai dari kebiasaan menabung hingga pengenalan investasi digital diberikan kepada ratusan siswa SMA Masehi Kudus dalam kegiatan sosialisasi yang digelar di hall sekolah setempat, Kamis (9/4/2026).
Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMA Masehi Kudus, Anjar Bagus Kusuma, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi dengan Bank Mandiri Cabang Kudus. Sosialisasi tersebut menyasar siswa kelas 10, 11, dan 12 sebagai bekal menghadapi tantangan ekonomi di masa depan.
“Total ada 161 siswa yang mengikuti kegiatan ini. Mereka kami beri pemahaman terkait pengelolaan keuangan, mulai dari menabung hingga investasi digital,” ujarnya.
Menurut Anjar, literasi keuangan menjadi materi penting yang perlu dikenalkan sejak dini karena sangat relevan dengan kehidupan generasi muda ke depan. Dengan pemahaman yang baik, siswa diharapkan mampu mengatur keuangan secara bijak.
Ia menambahkan, melalui kegiatan ini para siswa juga diajak memahami pentingnya perencanaan finansial jangka panjang, termasuk bagaimana tetap memiliki sumber penghasilan di masa mendatang.
“Kami ingin mereka punya bekal sejak sekarang, agar ke depan bisa mandiri secara finansial, bahkan ketika sudah tidak produktif lagi,” jelasnya.
Lebih lanjut, pihak sekolah menegaskan bahwa kegiatan edukatif seperti ini rutin dilaksanakan dengan menggandeng berbagai mitra, baik dari dunia pendidikan maupun sektor perbankan.
“Kami tidak hanya bekerja sama dengan bank, tetapi juga dengan perguruan tinggi. Tujuannya agar wawasan siswa semakin luas,” imbuhnya.
Selain untuk siswa, edukasi literasi keuangan juga diberikan kepada pegawai Yayasan Bina Pelayanan Masehi Kudus (YBPM) pada hari Jumat (10/4/2026).

Sementara itu, salah satu siswa kelas XI, Aldvin Ronius, mengaku kegiatan tersebut membuka wawasan baru terkait pentingnya literasi keuangan. Ia menilai edukasi semacam ini masih jarang didapatkan oleh pelajar.
“Dengan adanya sosialisasi ini, kami jadi lebih sadar bahwa masa depan perlu dipersiapkan sejak sekarang, termasuk mulai belajar investasi dari hal kecil,” ungkapnya.
Aldvin juga mengaku telah mengenal dunia investasi sejak SMP, meskipun awalnya masih melalui bantuan orang tua. Kini ia mulai mencoba mengelola investasinya secara mandiri.
“Harapannya setelah kegiatan ini, kami bisa lebih terarah dalam merencanakan keuangan dan memanfaatkan peluang di era digital,” tambahnya.
Di sisi lain, Service Quality Officer Bank Mandiri, Jeftri Arif Sosiawan, menjelaskan bahwa materi yang disampaikan tidak hanya seputar investasi, tetapi juga mencakup pengelolaan keuangan dan kewaspadaan terhadap praktik keuangan ilegal.
“Kami juga mengingatkan siswa agar berhati-hati terhadap pinjaman online ilegal dan investasi bodong, sehingga mereka bisa lebih bijak dalam mengambil keputusan finansial,” jelasnya.
Ia menilai antusiasme siswa dalam mengikuti kegiatan ini sangat tinggi. Hal tersebut terlihat dari keterlibatan aktif peserta selama sesi berlangsung, termasuk saat menjawab pertanyaan dalam kuis.
“Mereka sangat memperhatikan materi dari awal hingga akhir. Saat sesi kuis, banyak yang mampu menjawab dengan tepat,” pungkasnya. (AS/YM)







