Dianggarkan Rp. 24 Miliar, Tahun 2020 Pemkab Kudus Renovasi 20 Sekolah

oleh

Kudus, isknews.com – Kondisi bangunan sekolah seiring dengan bertambahnya usia akan mengalami penurunan keandalan bangunan dan nilai estetika. Penurunan keandalan ini dapat diakibatkan oleh pola penggunaan bangunan, kondisi cuaca dan perubahan fungsi ruang.

Menurut Kepala Didikpora Kudus, Joko Susilo, kondisi bangunan sekolah yang menurun keandalannya akan memengaruhi performa fungsi bangunan.

“Pada sisi lain nilai estetika bangunan khususnya pada bangunan bangunan Sekolah dengan model standar, seiring dengan berjalannya waktu perlu menyesuaikan dengan perkembangan. Untuk itu upaya peningkatan kualitas dan kondisi fisik bangunan, atau yang dikenal sebagai Renovasi Sekolah perlu dilakukan,” katanya.

TRENDING :  Hadir Di Garung Kidul, Rhoma Irama Berikan Pesan Umat Islam Harus Bersatu Meski Beda Pilihan
ilustrasi sebuah kegiatan renovasi sekolah (YM)

Untuk itu, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus akan melakukan renovasi 20 sekolah di tahun 2020. Dikabarkan, Pemerintah Kabupaten Kudus telah mengucurkan dana sebesar Rp. 24 miliar untuk mewujudkan hal tersebut.

Joko Susilo mengatakan jika tahun ini ada puluhan sekolah yang akan direnovasi. Melalui dana APBD dan DAK, upaya perbaikan bangunan sekolah itu diupayakan bisa berjalan awal tahun ini.

Mengingat, pada musim penghujan ini potensi bencana meningkat. Dimana upaya renovasi sekolah ini diharapkan dapat menekan resiko kerusakan bengunan sekolah pada jam pembelajaran.

TRENDING :  Bupati Hadiri Pembukaan Rapat Pleno Rekapitulasi Pemilu 2019 Kabupaten Kudus

“Dari APBD tahun ini ada 20 sekolah. Dari DAK saya lupa jumlahnya,” katanya.

Untuk jenjang sekolah yang mendapatkan bantuan, Joko menyebut 80 persen kegiatan renovasi sekolah akan dilakukan di tingkat SD. Sementara 20 persennya akan dilakukan di jenjang SMP.

“Karena jumlah SD di Kudus lebih banyak dibandingkan SMP,” ujarnya saat ditemui awak media di Gedung JHK beberapa waktu lalu.

TRENDING :  Sholawat dan Do'a Bersama Para Habib Awali Pembukaan Festival Tarbiyah 2017

Kemudian untuk fokus perbaikan, lanjut dia, mulai dari bangunan sekolah hingga sarana prasarana pendukung. Seperti lapangan upacara, toilet dan pagar sekolah. Menurutnya, hal ini disesuaikan dengan tingkat kerusakan yang terjadi di masing-masing sekolah.

“Sudah dilakukan kualifikasi tingkat kerusakannya. Ada yang berat, sedang hingga ringan,” ucapnya.

Untuk lokasi sekolah, Joko mengatakan bantuan renovasi diutamakan diberikan kepada sekolah-sekolah yang berada di wilayah rawan bencana.

“Lokasinya mana saja, saya tidak hafal,” pungkas dia. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :