Dihadirkan Sebagai Saksi, Tamzil Merasa Dijebak Staf Khususnya

oleh

Semarang, isknews.com – Sidang lanjutan perkara tindak pidana korupsi terkait OTT KPK di Kudus dengan tersangka Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan, dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Kudus nonaktif Akhmad Shofian, Jaksa Penuntut Umum KPK mendatangkan Bupati Kudus Nonaktif HM Tamzil sebagai saksi.

Sebelumnya, Tamzil juga ditetapkan tersangka oleh KPK dalam dugaan kasus tersebut sebagai penerima suap.

Dalam keterangannya itu, Tamzil menguraikan alasannya sengaja mengangkat dua staf khusus yang merupakan mantan warga binaan pemasyarakatan (WPB) perkara tindak pidana korupsi karena alasan kemanusiaan.

Bupati Kudus Nonaktif HM Tamzil sebagai saksi. pada sidang lanjutan perkara tindak pidana korupsi terkait OTT KPK di Kudus dengan tersangka Plt Sekretaris BPPKAD Kabupaten Kudus nonaktif Akhmad Shofian (foto: ist)

Kedua staf khusus itu adalah Tohirin dan Agoes Soeranto atau akrab disapa Agus Kroto, yang sebelumnya merupakan terpidana perkara korupsi dana bantuan sosial APBD Pemprov Jateng tahun 2011.

TRENDING :  Serikat Pekerja RTMM Dianggap Tak Mampu Perjuangkan Nasibnya, Buruh PR Gentong Gotri Minta Mediasi Dinas

Agoes merupakan mantan Kepala Biro Administrasi Pembangunan Daerah Provinsi Jawa Tengah, sekaligus mantan Kepala Biro Keuangan dan Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemprov Jateng.

Dalam persidangan yang dipimpin majelis hakim Antonois Widijantono pada Senin (04/11/2019), Tamzil menegaskan, jika proses mutasi menjadi kewenangannya selaku pembina kepegawaian, sedangkan yang menentukan nama adalah panitia seleksi.

“Yang menentukan ketiganya murni dari pansel, setelah melalui pansel baru wawancara melalui bupati dan wakil bupati,”kata Tamzil saat ditanya JPU KPK dalam persidangan.

Tamzil juga mengaku, dalam penentuan eselon III dan IV memang meminta bantuan Agoes Soeranto selaku staf khusus. Namun nama-nama yang masuk daftar nominatif, dikatakannya, dari BKD (Badan Kepegawaian Daerah) atau BKPP.

TRENDING :  Tren Urban Farming Bukan Sekedar Penuhi Kebutuhan Pangan Keluarga

“Konsep dari dia (Agoes Kroto) dan Catur Widyatno, baru saya berikan ke tim penilai Baperjakat, dalam seleksi itu, Agoes saya berikan tugas tambahan, sebagai staf khusus,”jelasnya.

Belakangan, dengan mencuatnya kasus tersebut, Tamzil merasa dijebak oleh staf khususnya Agoes Kroto yang mengatur dalam mutasi pejabat dilingkungan Pemkab Kudus.

“Saya merasa dijebak staf khusus Bupati Agus Kroto. Saya tidak pernah memerintahkan soal itu,” ungkap Tamzil saat diwawancarai awak media usai memberi keterangan sebagai saksi.

TRENDING :  15 Personil Polres Kudus Mengikuti Study Lapangan Ke Malaysia dan Singapura

Sebelumnya, Tamzil diduga menerima duit Rp 250 juta dari Akhmad Shofian lewat Agoes Kroto. Uang tersebut diduga untuk keperluan pembayaran hutang pribadi Tamzil.

Sebelumnya, Tamzil sempat mengajukan praperadilan dengan dalih status tersangka yang disangkakan kepadanya dan penggeledahan yang dilakukan KPK tidak sah. Namun, hakim tunggal Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Sudjarwanto menolak permohonan praperadilan yang diajukan Tamzil, dan hakim menegaskan status tersangka Tamzil sah.

Sementara menurut informasi hingga kini Tamzil masih ditahan di Jakarta dan pertengahan November 2019 ini akan dilimpahkan ke PN Semarang. (RM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :