Diikuti 27 Pengkab, KONI Kudus Sukses Gelar RAT

oleh -41 views
Suasana pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT) KONI Kudus (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Meski upaya “penggoyangan” ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kudus terus dilakukan oleh sejumlah pengurus pengkab olahraga atas kepemimpinan ketua KONI Kabupaten Kudus Antoni alfin.

Namun agenda Rapat Anggota Tahunan (RAT) 2020 yang dalam sejarah kepengurusan KONI di Kudus baru pertama kali diselenggarakan berjalan dengan aman, lancar dan sukses.

Dari pantauan media ini, RAT digelar secara daring dan luring dengan sambutan yang diberikan oleh Ketua Umum KONI Provinsi Jawa Tengah Brigjen TNI (Purn) Subroto melalui video confrence. Sejumlah pengurus teras dan harian hadir di kantor sekretariat KONI dan diikuti oleh 27 ketua pengurus kabupaten (Pengkab) sebagai peserta RAT secara daring.

Hal itu disampaikan oleh Ketua KONI Kabupaten Kudus, Antoni Alfin usai pelaksanaan RAT dihadapan sejumlah awak media.

Menurut dia, meski hanya dihadiri 27 pengkab dari 46 cabang olahraga yang ada namun hal itu tidak bertentangan dengan AD/ART yang ada.

“Agenda RAT hari ini berkisar pada laporan pertanggung jawaban keuangan dan pemaparan program-program KONI kedepan serta fokus pada peningkatan prestasi olahraga, persiapan Pra Porprov dan Porprov 2022 Jawa Tengah,’’ kata Antoni, Jumat (22/01/2021).

Antoni menambahkan, pada gelaran Porprov VXI Jateng mendatang, Kabupaten Kudus telah ditetapkan sebagai tuan rumah bersama Kabupaten lain se Pati Raya (Kabupaten Pati, Jepara, Grobogan, Rembang dan Blora). Sejumlah persiapan, juga telah dilakukan pihaknya sejak pertengahan tahun 2020 lalu.

Ketua KONI Kabupaten Kudus, Antoni Alfin (Foto: YM)

‘’Kami optimis bisa jadi tuan rumah, tinggal menunggu surat keputusan dari Gubernur Jawa Tengah,’’ tandasnya.

Diketahui, saat ini cabang olahraga dibawah pembinaan KONI Kudus sebanyak 49 cabor, dari sebelumnya berjumlah 46 cabor.

Tiga cabor yang baru menjadi anggota KONI Kudus adalah Kick Boxing, Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) dan Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi).

‘’Adanya tiga cabor baru ini, diharapkan prestasi olahraga di Kudus bisa semakin meningkat,’’ ujar Antoni.

Disinggung soal adanya aksi mosi tidak percaya lanjutan atau Jilid II yang digagas sejumlah ketua Pengkab, Antoni menegaskan tidak ada aksi tersebut.

Sebab, aksi mosi tidak percaya yang pertama itu telah gugur saat digelar di rapat pleno KONI Kabupaten Kudus pada tahun 2020 lalu.

‘’Tidak ada mosi Jilid II, yang pertama saja saat diplenokan (rapat pleno) gugur,’’ tegasnya.

Sementara Ketua Bidang Hukum KONI Kudus, Muhammad Nur Hasyim menambahkan, RAT ini harus dilaksanakan oleh KONI Kudus, dan para ketua pengkab yang ada seharusnya menggunakan haknya mengikuti RAT. Termasuk Pemkab Kudus selaku pembina dari organisasi keolahragaan tersebut.

‘’Kalau memang tidak diambil, itu menjadi hak dari Pengkab,’’ katanya.

Kendati demikian, kata Hasyim, KONI Kudus saat sekarang masih memberikan toleransi kepada pimpinan pengkab, yang tidak bisa ikut RAT.

Namun jika ada usulan terkait pengembangan prestasi olahraga di Kudus, masukan tersebut tidak bisa dipakai karena tidak disuarakan dalam rapat.

‘’Jadi, keputusan yang diambil adalah hasil dari RAT,’’ tandasnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :