KUDUS, ISKNEWS.COM – Bayi laki-laki yang ditemukan warga di Desa Pasuruhan Kidul, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, mendapat perhatian langsung dari Bupati Kudus Sam’ani Intakoris. Orang nomor satu di Kabupaten Kudus itu datang menjenguk bayi tersebut di RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus, Sabtu (5/9/2026).
Sam’ani memastikan kondisi bayi yang ditemukan pada Jumat (4/9/2026) tersebut kini berangsur membaik setelah mendapatkan perawatan medis dari pihak rumah sakit.
“Alhamdulillah kondisinya sudah membaik. Beratnya 2.866 gram dan panjang badannya 46 sentimeter,” kata Sam’ani saat mengunjungi bayi tersebut, Sabtu (5/9/2026).
Bayi tersebut sebelumnya ditemukan oleh seorang tukang batu. Penemuan itu kemudian dilaporkan kepada bidan desa dan kepala desa sebelum diteruskan kepada Polsek Jati.
Setelah menerima laporan, Kapolsek Jati membawa bayi tersebut ke RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis.
Sam’ani mengapresiasi respons cepat warga yang segera melaporkan keberadaan bayi tersebut kepada pihak terkait.
“Respons warga sudah baik. Ditemukan, dilaporkan kepada bidan desa, kepala desa, kemudian kepada Polsek dan dibawa ke rumah sakit,” ungkapnya.
Di tengah kondisi bayi yang semakin membaik, Bupati Kudus berharap orang tua bayi segera datang dan memberikan kepastian mengenai anak tersebut.
Sam’ani meminta orang tua yang meninggalkan bayi tersebut untuk menyerahkan diri atau melapor kepada pihak berwajib, yakni Polsek Jati.
“Kami harapkan orang tua yang meninggalkan bayinya bisa menyerahkan diri atau melapor kepada pihak berwajib, yaitu Kapolsek Jati,” ujarnya.
Ia menegaskan, masih ada kesempatan bagi orang tua bayi untuk datang dan berkomunikasi dengan pihak rumah sakit maupun kepolisian.
“Saya masih mengharapkan orang tuanya sadar dan bisa hadir di rumah sakit untuk berkomunikasi. Polsek Jati akan membantu prosesnya,” katanya.
Sam’ani juga mengingatkan bahwa anak merupakan amanah yang harus dijaga dan dirawat dengan sebaik-baiknya.
“Anak itu adalah amanah yang harus dipegang dan harus dirawat dengan sebaik-baiknya,” tegasnya.
Sementara itu, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Kabupaten Kudus telah melakukan asesmen dan identifikasi terhadap bayi tersebut.
Apabila dalam jangka waktu tertentu tidak ada respons dari orang tua, penanganan bayi akan dilanjutkan sesuai mekanisme dan prosedur yang berlaku.
Sam’ani mengatakan Dinsos P3AP2KB akan menangani proses tersebut secara teknis dan prosedural, termasuk kemungkinan penempatan bayi di panti sosial apabila orang tua tidak kunjung diketahui keberadaannya.
“Secara teknis dan prosedural akan ditangani oleh Dinsos P3AP2KB,” jelasnya.
Meski demikian, Pemkab Kudus masih berharap orang tua bayi segera datang ke rumah sakit. Masyarakat yang mengetahui keberadaan orang tua bayi diminta menyampaikan informasi kepada pihak berwajib.
Selain itu, Sam’ani mengimbau para orang tua meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, khususnya yang memasuki masa remaja. Pendampingan keluarga dinilai penting untuk mencegah kejadian yang tidak diinginkan.
“Kami mengimbau seluruh warga, terutama orang tua, tetap memantau anak-anaknya yang memasuki masa remaja,” tuturnya.
Ia berharap kasus penemuan bayi tersebut menjadi perhatian bersama dan tidak kembali terjadi di Kabupaten Kudus.
“Kami harapkan di Kabupaten Kudus tidak terjadi lagi hal-hal yang tidak kita inginkan,” pungkas Sam’ani.(YM/YM)








