Dinas Arpusda Kudus Berdayakan Puluhan Pelajar SLB Lewat Keterampilan Ecoprint

oleh -437 Dilihat
Kepala Dinas Arpusda Kudus, Mutrikah, berfoto bersama puluhan pelajar SLB Negeri Kaliwungu dan SLB Negeri Purwosari seusai pelatihan keterampilan ecoprint di Perpustakaan Daerah Kudus. Kegiatan ini menjadi wadah bagi siswa berkebutuhan khusus untuk berkarya dan mengasah kemandirian melalui seni ramah lingkungan. (Foto: Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

Kudus, isknews.com – Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (Arpusda) Kabupaten Kudus terus berupaya memberdayakan pelajar berkebutuhan khusus melalui kegiatan yang kreatif dan edukatif. Kali ini, Arpusda mengadakan pelatihan keterampilan ecoprint bagi puluhan pelajar dari Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Kaliwungu dan SLB Negeri Purwosari.

Sebanyak 25 pelajar dengan disabilitas rungu dan grahita jenjang SMP hingga SMA tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari mengenal bahan, menata daun di atas kain, hingga mengetuknya untuk membentuk pola alami. Hasil karya mereka pun dikreasikan menjadi tote bag atau tas jinjing mungil yang menarik.

Salah satu peserta, Dewi Putri Sasanti dari SLB Negeri Kaliwungu, mengaku senang bisa kembali membuat ecoprint. “Senang, pernah buat,” ujarnya dengan penuh semangat, Selasa (4/11/2025).

Wakil Kesiswaan SLB Negeri Kaliwungu, Nony Dias, menyebut kegiatan ini merupakan kolaborasi antara dua sekolah SLB di Kudus. Sebanyak 15 pelajar dari SLB Negeri Kaliwungu dan 10 pelajar dari SLB Negeri Purwosari terlibat dalam pelatihan yang sekaligus menjadi kegiatan outing class bagi siswa.

“Kemarin awalnya saya lihat ada flyer pelatihan ecoprint di Arpusda. Kami tertarik untuk kegiatan outing class, lalu kami ajak SLB Purwosari berkolaborasi. Akhirnya dijadwalkan oleh pihak Dinas Arpusda,” terangnya.

Ia menambahkan, kegiatan ini menjadi pengalaman baru bagi sebagian siswa, meski sebelumnya mereka juga pernah belajar membuat batik bersama pengrajin lokal. “Kesulitannya tidak ada, hanya beberapa anak yang emosional karena proses ecoprint harus diketok dengan palu. Tapi justru dari situ terlihat karakter sabar dan ketelatenan mereka,” katanya.

Kepala Dinas Arpusda Kudus, Mutrikah, menyampaikan bahwa pelatihan tersebut merupakan upaya pihaknya untuk menumbuhkan kemandirian dan kreativitas pelajar SLB sekaligus memperkenalkan keberadaan perpustakaan daerah kepada mereka.

“Selain membekali keterampilan, kami juga ingin mengenalkan budaya literasi dan keberadaan perpustakaan daerah di kalangan pelajar SLB,” tuturnya.

Ia mengaku bangga melihat semangat peserta selama proses pembuatan ecoprint. Hasil karya para siswa bahkan dinilai cukup bagus dan layak dikembangkan. Mutrikah menegaskan, kegiatan serupa akan terus digelar dengan materi yang lebih beragam.

“Ke depan akan kami agendakan kembali dengan tema berbeda, misalnya pelatihan desain, agar anak-anak juga belajar menata motif dan warna. Harapannya, karya mereka bisa menjadi produk kreatif yang bernilai ekonomi,” pungkasnya. (AS/YM)