Direksi Persiku Kudus Masuk Jajaran PP GP Ansor, Abdul Idris: Ini Amanah untuk Menguatkan Peran Pemuda

oleh -894 Dilihat
Muhammad Abdul Idris. (Foto: Istimewa)

KUDUS, isknews.com – Keterlibatan kader muda Nahdlatul Ulama (NU) dari berbagai sektor dalam kepengurusan baru Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor (PP GP Ansor) semakin menguat. Salah satu yang mendapat amanah tersebut adalah Muhammad Abdul Idris, yang selama ini dikenal sebagai bagian dari jajaran Direksi Persiku Kudus.

Masuknya Abdul Idris dalam struktur kepengurusan PP GP Ansor menjadi representasi keterlibatan kalangan profesional dan pegiat olahraga dalam memperkuat gerakan kepemudaan, kebangsaan, dan pemberdayaan masyarakat di tingkat nasional.

Abdul Idris mengaku bersyukur atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Menurutnya, amanah tersebut bukan sekadar jabatan organisasi, melainkan tanggung jawab untuk memperluas pengabdian kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

Saya memandang kepercayaan ini sebagai amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Ansor adalah rumah kader yang telah melahirkan banyak pemimpin dan tokoh bangsa. Karena itu, saya siap berkontribusi dan bekerja bersama seluruh pengurus untuk memperkuat peran pemuda dalam pembangunan serta pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.

Ia menilai pengalaman yang diperolehnya selama berkecimpung di dunia olahraga, khususnya dalam pengelolaan Persiku Kudus, dapat menjadi bekal untuk mendorong program-program kepemudaan yang lebih kreatif, produktif, dan dekat dengan kebutuhan generasi muda.

Olahraga mengajarkan kerja sama, disiplin, kepemimpinan, dan semangat berprestasi. Nilai-nilai itu sejalan dengan semangat kaderisasi Ansor. Saya berharap pengalaman yang saya miliki dapat memberikan kontribusi positif bagi organisasi dan pengembangan potensi anak-anak muda Indonesia,” katanya.

Menurut Idris, tantangan yang dihadapi pemuda saat ini semakin kompleks, mulai dari perkembangan teknologi, perubahan sosial, hingga kebutuhan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Karena itu, organisasi kepemudaan harus mampu beradaptasi dan menghadirkan solusi yang relevan.

Sementara itu, Ketua Umum GP Ansor Addin Jauharudin mengatakan penyegaran kepengurusan dilakukan sebagai langkah strategis untuk memperkuat kapasitas organisasi sekaligus memperluas kontribusi kader dalam menjawab berbagai tantangan kebangsaan.

Ansor harus terus menjadi organisasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Karena itu kami memperkuat struktur organisasi dengan kader-kader yang memiliki kapasitas, pengalaman, dan rekam jejak pengabdian di berbagai bidang,” ujarnya.

Dalam susunan kepengurusan baru tersebut, sejumlah tokoh muda NU dari berbagai latar belakang turut bergabung, mulai dari sektor pemerintahan, dunia profesional, olahraga, hingga pemberdayaan masyarakat.

Menurut Addin, figur-figur yang masuk dalam kepengurusan baru merupakan kader yang telah teruji dan memiliki pengalaman yang relevan untuk mendukung penguatan organisasi.

Mereka adalah kader-kader yang telah teruji. Ada yang berkiprah di pemerintahan, dunia profesional, olahraga, hingga pemberdayaan masyarakat. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa kader NU mampu mengambil peran strategis di berbagai sektor sekaligus tetap berkomitmen mengabdi melalui organisasi,” katanya.

Ia menegaskan GP Ansor saat ini tidak hanya dituntut menjaga nilai-nilai keislaman dan kebangsaan, tetapi juga harus mampu menjawab tantangan baru seperti transformasi digital, penguatan ekonomi umat, pengembangan sumber daya manusia, serta peningkatan peran pemuda dalam pembangunan nasional. (YM/YM)

No More Posts Available.

No more pages to load.