KUDUS, isknews.com – Jamaah memadati Masjid Jami’ Wijilan Purwosari, Kabupaten Kudus, pada Senin malam (2/2/2026) untuk memperingati malam Nisfu Sya’ban. Panitia masjid menggelar rangkaian ibadah dan tradisi kenduri puli yang rutin dilaksanakan setiap tahun. Kegiatan ini menarik perhatian masyarakat dari berbagai wilayah sekitar.
Sejak sore hari, jamaah mulai berdatangan dan memenuhi area masjid. Mereka mengikuti pembacaan Surah Yasin, istighfar, dan doa bersama secara berjamaah. Suasana ibadah berlangsung khusyuk dan tertib hingga malam hari.
Peringatan Nisfu Sya’ban ini diisi dengan tausiyah dari Ustadz Muhammad Mirza dan Ustadz Haji Zainal Arifin. Kedua penceramah menyampaikan pesan keagamaan tentang makna dan keutamaan malam Nisfu Sya’ban. Jamaah menyimak tausiyah dengan penuh perhatian.
Ustadz Muhammad Mirza mengajak jamaah untuk memperbanyak introspeksi diri dan memohon ampunan kepada Allah SWT. Ia juga mengingatkan pentingnya mempersiapkan diri menyambut bulan suci Ramadhan. Menurutnya, malam ini menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas ibadah.
Sementara itu, Ustadz Haji Zainal Arifin mengajak jamaah untuk meningkatkan ketakwaan dan mempererat silaturahmi. Ia menjelaskan bahwa malam ini dikenal sebagai waktu diangkatnya catatan amal perbuatan manusia. Oleh karena itu, jamaah dianjurkan memperbanyak doa dan amal saleh.
Setelah rangkaian ibadah dan tausiyah selesai, panitia masjid membagikan kenduri puli kepada jamaah. Kenduri puli berupa nasi gurih dengan lauk sederhana seperti serundeng dan kedelai hitam. Tradisi ini menjadi simbol rasa syukur dan kebersamaan warga.
Ketua Takmir Masjid Jami’ Wijilan Purwosari, Ustadz Haji Zainal Arifin, menyampaikan terima kasih kepada jamaah, panitia, dan donatur. Ia bersyukur acara peringatan Nisfu Sya’ban berjalan lancar dan penuh kekhidmatan. Ia berharap masjid terus menjadi pusat kegiatan keagamaan masyarakat.
Peringatan malam Nisfu Sya’ban di Masjid Jami’ Wijilan Purwosari Kudus menjadi sarana refleksi spiritual sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah. Kegiatan ini juga berperan dalam melestarikan tradisi keagamaan yang telah diwariskan secara turun-temurun. (*)











