Kudus, isknews.com – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus tengah menyiapkan penataan kawasan Bendungan Logung, Desa Kandangmas, Kecamatan Dawe, sebagai konsep wisata baru berbasis olahraga air. Penataan ini dilakukan sebagai langkah awal menghadirkan destinasi sport tourism yang berbeda dari wisata pada umumnya di Kabupaten Kudus.
Wisata baru yang disiapkan tersebut mengusung konsep pacu jalur atau perlombaan dayung perahu tradisional. Konsep ini diadaptasi dari even budaya di Riau yang terbukti mampu menarik wisatawan dalam jumlah besar sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat setempat.
Sekretaris Disbudpar Kudus, Agus Susanto, mengatakan Bendungan Logung dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi arena wisata olahraga air karena karakter perairannya yang luas dan relatif tenang.
“Tidak ada salahnya kita mengadopsi konsep pacu jalur. Potensi Bendungan Logung sangat bagus dan bisa menjadi warna baru bagi pariwisata Kudus,” ujarnya.
Ia menjelaskan, rencana pengembangan wisata tersebut selaras dengan visi Pemerintah Kabupaten Kudus untuk menjadikan daerah terkecil di Jawa Tengah sebagai Kota Sport Tourism.
Namun demikian, realisasi program ini masih menunggu kelengkapan perizinan. Salah satunya adalah izin pemanfaatan kawasan dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU), mengingat Bendungan Logung merupakan infrastruktur strategis nasional.
Disbudpar Kudus telah mengonsep agar Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kandangmas dapat berperan sebagai pengelola kawasan sekaligus mengurus perizinan resmi ke Kementerian PU. Setelah izin tersebut diterbitkan, konsep wisata pacu jalur baru bisa diimplementasikan secara menyeluruh.
“Kami masih menunggu perizinan dari Kementerian PU. Harapannya, izin bisa turun sebelum Lebaran Idulfitri 2026,” ungkapnya.
Selain aspek perizinan, Disbudpar Kudus juga menyiapkan penataan fisik kawasan. Empat dermaga yang saat ini masih terpisah rencananya akan digabungkan menjadi satu titik agar lebih terpusat dan aman bagi pengunjung.
Untuk mendukung kenyamanan wisatawan, para pedagang akan direlokasi ke area dekat tempat parkir. Sementara lahan hijau di tepian bendungan akan difungsikan sebagai lokasi parkir speedboat sehingga tampilan kawasan lebih tertata.
Penataan juga akan menyasar bangunan-bangunan yang berada di sempadan waduk. Langkah tersebut dilakukan karena keberadaan bangunan dinilai berpotensi membahayakan keselamatan pengunjung.
“Begitu izin turun, penataan kawasan bisa langsung dilakukan secara bertahap agar Bendungan Logung benar-benar siap menjadi destinasi wisata baru di Kudus,” pungkasnya. (AS/YM)







