Disdag Kudus Buka Skema CSR untuk Benahi Pasar Tradisional, Gandeng Swasta Kurangi Beban APBD

oleh -187 Dilihat
Audiensi bersama Disdag Kudus dan pedagang Pasar Tradisional. (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Pemerintah Kabupaten Kudus mulai membuka ruang kolaborasi dengan pihak swasta untuk mempercepat pembenahan fasilitas pasar tradisional melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Langkah ini ditempuh agar penataan pasar tidak sepenuhnya bergantung pada anggaran pemerintah daerah.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus, Eko Hari Djatmiko, mengatakan pihaknya mendapat arahan agar pembangunan fasilitas publik dilakukan dengan pola pembiayaan alternatif, termasuk menggandeng perusahaan melalui program CSR.

Perintah pimpinan, kita membangun tidak harus semua pakai APBD. Kita bisa melalui CSR dengan bekerja sama dengan pihak swasta,” ujarnya saat ditemui di kantor Disdag Kudus, Kamis (9/4/2026).

Menurut Eko, skema kerja sama tersebut dinilai dapat mempercepat penataan sarana penunjang pasar, terutama untuk kebutuhan yang sifatnya mendesak namun belum terakomodasi dalam anggaran daerah.

Selain membuka peluang kerja sama dengan perusahaan, Disdag Kudus juga tetap mengupayakan bantuan dari pemerintah pusat melalui pengajuan proposal revitalisasi pasar ke Kementerian Perdagangan.

Kita juga melaporkan ke pusat melalui proposal revitalisasi pasar,” katanya.

Ia menjelaskan, bentuk dukungan CSR yang bisa diwujudkan cukup beragam, mulai dari pembangunan fasilitas pedagang kaki lima (PKL), penyediaan tenda usaha, hingga sarana pendukung lain untuk meningkatkan kenyamanan kawasan pasar.

Misalnya PKL dibuatkan tenda-tenda. Nanti biasanya di situ ada sponsor dari perusahaan yang membantu,” paparnya.

Eko mengungkapkan, sejumlah pihak swasta telah menunjukkan minat awal untuk menjajaki kerja sama tersebut. Saat ini Disdag masih melakukan komunikasi lanjutan guna memetakan bentuk bantuan yang paling sesuai dengan kebutuhan pasar.

Beberapa ada yang tertarik, nanti kita coba komunikasi dengan bank atau perusahaan untuk kerja sama penataan pasar,” jelasnya.

Ke depan, Disdag akan melakukan pendataan kebutuhan fasilitas di masing-masing pasar tradisional sebelum ditawarkan kepada perusahaan yang berminat menyalurkan program CSR.

Nanti kebutuhan fasilitas kita data, lalu kita tawarkan ke perusahaan untuk bisa membantu melalui CSR, kita sangat terbuka akan hal itu,” tandasnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.