Jajanan Lebaran Laris di Pasar Kliwon Kudus, Stok Bahan Disebut Banyak Terserap MBG

oleh -431 Dilihat
Potret pedagang jajan/snack lebaran di pasar Kliwon. (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Permintaan jajanan Lebaran di Pasar Kliwon Kudus mulai meningkat seiring mendekatnya Hari Raya Idulfitri. Namun di tengah ramainya pembeli, para pedagang mengeluhkan terbatasnya stok sejumlah bahan karena disebut banyak terserap untuk kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Suasana di Pasar Kliwon Kudus tampak lebih ramai dibandingkan hari-hari biasa. Sejumlah lapak penjual jajanan Lebaran dipadati pembeli yang mulai berburu camilan untuk persiapan hari raya.

Salah satu pedagang jajanan Lebaran, Tri Wahyuningsih, mengatakan lonjakan pembeli mulai terasa sejak pertengahan Ramadan atau sekitar tanggal 13 Ramadan.

Menurutnya, dibandingkan tahun lalu, jumlah pembeli yang datang ke pasar justru meningkat.

Alhamdulillah mulai ramai sejak pertengahan Ramadan. Kalau dibandingkan tahun lalu, pembelinya lebih ramai,” ujarnya saat ditemui di Pasar Kliwon, Selasa (10/3).

Beragam produk yang dijual di lapaknya seperti kerupuk rambak, nastar, kurma, hingga berbagai jenis kacang-kacangan menjadi incaran pembeli.

Meski permintaan meningkat, Tri mengaku ketersediaan stok beberapa bahan jajanan menjadi lebih terbatas dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi ini membuat pedagang terkadang kesulitan memenuhi permintaan pembeli.

Menurut dia, berkurangnya stok diduga karena meningkatnya kebutuhan bahan makanan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Beberapa bahan yang biasanya digunakan untuk jajanan Lebaran kini juga dipakai sebagai bahan baku menu program tersebut.

Stok barang agak sulit. Banyak bahan yang dipakai untuk MBG, seperti kacang koro, tempe, sampai abon. Jadi kadang kalau barangnya sulit didapat, kami tidak berani jual ecer,” jelasnya.

Keterbatasan pasokan juga berdampak pada kenaikan harga sejumlah komoditas. Salah satunya kacang mete mentah yang kini naik dari sekitar Rp150 ribu menjadi Rp170 ribu per kilogram.

Di sisi lain, tidak semua pedagang merasakan lonjakan penjualan. Yessi, pedagang jajanan lainnya di pasar yang sama, mengaku omzetnya justru menurun hingga sekitar 50 persen dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Ia menyebut salah satu penyebabnya adalah keterbatasan stok bahan yang membuat jumlah barang yang bisa dijual ikut berkurang. Selain itu, persaingan dengan penjualan daring juga memengaruhi penjualan di pasar.

Kalau dulu stok kacang mete bisa sampai dua kuintal, sekarang hanya sekitar satu kuintal kurang sedikit,” ujarnya.

Beberapa jenis jajanan yang saat ini cukup diminati pembeli antara lain kuaci, sus cokelat, dan sumpia. Namun sejumlah bahan seperti bagelen dan kentang yang biasanya tersedia dalam jumlah banyak kini juga mulai berkurang karena sebagian dialihkan untuk pasokan program MBG.

Biasanya yang ada stoknya itu bagelen (roti kering), sekarang berkurang digunakan untuk MBG,” katanya.

Yessi berharap ketersediaan bahan jajanan bisa kembali normal sehingga pedagang kecil di pasar tradisional dapat menjalankan usahanya dengan lebih stabil menjelang Lebaran. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.