Kudus, isknews.com – Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus menegaskan bahwa keamanan digital kini menjadi bagian penting dalam penerapan budaya sekolah aman dan nyaman di seluruh satuan pendidikan dasar.
Penegasan tersebut disampaikan dalam kegiatan pendampingan implementasi budaya sekolah aman dan nyaman bagi kepala SD dan SMP se-Kabupaten Kudus yang digelar di Pusat Belajar Guru (PBG) Kudus selama tiga hari, 6–8 April 2026.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdikpora Kudus Anggun Nugroho melalui Kepala Seksi Kurikulum Pendidikan Dasar, Maulana Majid, mengatakan penguatan budaya sekolah aman saat ini tidak lagi hanya berfokus pada perlindungan fisik di lingkungan sekolah, tetapi juga harus menjangkau keamanan siswa di ruang digital.
“Empat hal utama yang ditekankan yaitu pemenuhan kebutuhan spiritual, perlindungan fisik, kesejahteraan psikologis, serta keamanan sosial kultural termasuk keamanan digital,” ujarnya, Selasa (7/4/2026).
Menurutnya, keamanan digital menjadi aspek yang semakin penting seiring meningkatnya penggunaan teknologi dan media sosial oleh peserta didik dalam aktivitas sehari-hari.
Ia menegaskan, sekolah harus mulai membangun kesadaran bersama agar peserta didik memahami etika, keamanan, serta risiko dalam penggunaan ruang digital.
Selain itu, implementasi budaya sekolah aman dan nyaman juga diarahkan untuk membentuk lingkungan belajar yang mendukung kebutuhan dasar siswa melalui tata nilai, kebiasaan, dan perilaku positif di lingkungan sekolah.
“Budaya ini dibangun melalui tata nilai, sikap, kebiasaan dan perilaku di lingkungan sekolah untuk menjamin kebutuhan dasar siswa,” jelasnya.
Kegiatan pendampingan tersebut merupakan tindak lanjut dari Permendikbud Nomor 6 Tahun 2026 tentang penguatan budaya sekolah yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi peserta didik.
Disdikpora mengundang kepala sekolah dari sembilan kecamatan secara bergiliran untuk mengikuti kegiatan tersebut. Para kepala sekolah nantinya diharapkan meneruskan materi pendampingan kepada guru, siswa, dan orang tua di lingkungan sekolah masing-masing.
“Kami undang kepala sekolah, nanti mereka yang akan menindaklanjuti dengan memberikan pendampingan kepada guru, kemudian disosialisasikan kepada wali murid agar semua memahami pentingnya budaya sekolah aman,” katanya.
Maulana menambahkan, keterlibatan orang tua tetap menjadi faktor penting dalam mendukung pembentukan karakter dan keamanan anak, termasuk dalam penggunaan teknologi di rumah.
“Kami juga menekankan pentingnya sinergi dengan orang tua karena pembentukan karakter anak tidak bisa hanya dilakukan sekolah saja,” tandasnya. (YM/YM)











