Ditemukan Meninggal Tertelungkup di Sungai Dangkal, Soleh Diduga Kambuh Sakitnya

oleh -176 kali dibaca
Jenazah Soleh usai diperiksa di Puskesmas Gribig dibawa ke mobil jenazah untuk dibawa kerumah duka (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Mohamad Soleh (34) Warga Desa Gribig, Kecamatan Gebog, Kudus ditemukan oleh warga dalam kondisi meninggal dan tertelungkup dibadan air sungai winong yang letaknya tak jauh dari jembatan Gribig. Sebelumnya Soleh sempat dicari anggota keluarganya karena usai maghrib tak terlihat dirumahnya, Selasa (01/12/2020).

Korban diketahui merupakan warga sekitar yang rumahnya tak jauh dari lokasi mayatnya ditemukan. Dan hanya tinggal berdua dengan ibunya.

Warga sekitar Sugiyanto menceritakan korban diketahui sudah tidak ada dirumah sekitar jam 18.00 WIB setelah maghrib. Kemudian ia bersama ketiga warga lain mencari keberadaan korban namun hingga adzan isya tak kunjung ketemu.

“Korban itu habis opname dirumah sakit, korban juga sore hari tadi itu kontrol. Ibunya waktu itu teriak minta pertolongan karena korban kondisinya belum baik malah tidak ada dirumah. Setelah kami bertiga pulang lalu pak RT menggerakkan warga lagi untuk mencari hingga akhirnya korban ditemukan disungai sekitar habis isya’,” katanya Selasa (1/12/2020)

Saat ditemukan korban sudah dalam kondisi meninggal dunia dengan posisi telungkup terapung di aliran sungai yang dangkal.

“Kalau loncat dari jembatan itu tidak, soalnya jaraknya dari jembatan kecil yang disebelah utara jembatan winong itu cukup jauh sekitar 15 meter. Terseret arus juga kemungkinan tidak karena airnya itu sangat dangkal,” ucapnya

Kapolsek Gebog AKP Sumanah mengatakan dari pengakuan ibunya korban memiliki riwayat penyakit paru – paru dan sudah opname dan kontrol rutin di Rumah Sakit Kartika. Diduga korban meninggal karena penyakitnya kambuh.

“Mungkin saat korban sedang menyusuri sungai dangkal itu tiba-tiba pusingnya kambuh sehingga pingsan dan tertelungkup di sungai,” kata AKP Sumanah saat ditemui di Puskesmas Gribig.

Sementara tim dari Puskesmas Gribig yang sempat memeriksa korban, dr Besar Wahyu Riyadi menyatakan, tidak ditemukan tanda luka kekerasan pada tubuh korban. Hanya saja, saat ditemukan banyak luka yang diakibatkan karena gigitan kepiting kali dibagian wajah, telinga, badan, hingga mulut.

“Kalau tanda kekerasan tidak ada, dalam kantung mayat tadi juga masih ada kepiting kali yang menempel banyak. Dimungkinan itu sakit paru – parunya kumat stelah itu jatuh pingsan dan pingsannya pas disungai dengan kedalaman air yang dangkal. Korban diperkirakan sudah meninggal kurang lebih dua jam setelah ditemukan,” tandasnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.