Dituding Biang Lalat dan Bau Tak Sedap, Warga Kedungsari Tuntut Penutupan Kandang Ayam

oleh -1,985 kali dibaca
Sejumlah warga Desa Kedungsari, Gebog, Kudus saat berunjukrasa tuntut penutupan kandang ayam yang dituding sebagai penyebab munculnya lalat dan bau (Foto: Yy)

Kudus, isknews.com – Kembali keberadaan usaha kandang ayam dipersoalkan oleh sejumlah warga RW 4 Dukuh Sampet, Desa Kedungsari, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus. Pasalnya, kandang ayam yang berada di RW 4 Desa Kedungsari, Kecamatan Gebog, Kudus tersebut dinilai sudah mencemari lingkungan warga. Seperti, mengeluarkan bau tidak sedap, dan juga menimbulkan banyak lalat.

Warga yang datang berduyun-duyun ke balai desa tersebut sambil membawa serta ribuan lalat yang telah mereka tangkap dengan kertas lem lalat, sembari pula beberapa dari mereka membentangkan banner bertulisan ekspresi keluh kesah mereka.

Sejumlah poster yang dibawa oleh warga nampak bertuliskan ‘kandang hartamu kandang derita kami’, ‘Ora rumongso ingon laler, tapi kerep ngundoh laler…pikirkan dampaknya pada wargamu, ‘telek pitekmu nyemplung kopi ku, ‘tutup saja kandangmu sehatkan kembali lingkungan kami’.

Menurut kesaksian warga sekitar, kandang tersebut sudah berdiri hingga belasan tahun lamanya. 

Warga juga sudah sempat melakukan aksi protes yang serupa namun aksinya hanya menggantung hingga ke dinas. 

Saat ini, ratusan warga kembali melakukan unjuk rasa di Balai Desa Kedungsari dengan membawa beragam alat peraga demo. 

Menurut salah satu warga RT 3/RW 4 Desa Kedungsari, Muhammad Ashlih (38) menyebut, sebelumnya warga sudah pernah melakukan tuntutan kepada pemilik kandang melalui pemdes.

“Tahun-tahun sebelumnya sebenarnya sudah ada protes. Tetapi hanya bersifat pengajuan tanda tangan ke pemerintah desa. Tapi ternyata tidak ada tanggapan sampai beberapa tahun, dan ini merupakan puncak dari kekecewaan warga RW 4 Desa Kedungsari,” ujarnya.

Ashlih menyebut, jarak antara kandang ayam ke pemukiman hanya berjarak 30 meter. Jadi kandang berdampak ke warga, seperti bau tidak sedap, dan juga banyaknya lalat masuk ke rumah-rumah.

“Jarak minimal antara pemukiman dan pagar terluar dari kandang itu 500 meter. Ternyata di tempat kami cuma 30 meter. Kita semua datang kesini (balai desa) itu untuk meminta menutup dua kandang ayam yang ada di RW 4 Desa Kedungsari,” imbuhnya.

Menanggapi adanya aksi demo tersebut, Kepala Desa Kedungsari, Sukoyo mengatakan telah menerima adanya aduan dari masyarakat tersebut. 

“Kami menerima aduan masyarakat tentang adanya bau ataupun dari lalat. Kandang ayam tersebut juga sudah lama sekali sekitar 15 tahunan,” urainya. 

Dia mengaku bahwa kandang tersebut telah berdiri sebelum dirinya menjabat sebagai Kepala Desa. 

“Apapun itu keinginan warga masyarakat terkait masalah kesehatan dan ketertiban kami pemerintah desa tetap mendukung itu,” tegasnya. 

Pihaknya berencana akan melakukan mediasi terlebih dahulu dengan warga masyarakat dan juga pemilik kandang.

Sebelumnya di desa yang sama pada beberapa tahun lalu warga Kedungsari juga pernah berunjukrasa menolak keberadaan peternakan dan kandang ayam petelur milik pengusaha dan anggota DPRD Kudus Sandung Hidayat dan meminta untuk memindahkan usahanya ditempat yang lain. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.