Ditutup Semalam, Kudus Expo 2019 Bukukan Nilai Transaksi Lebih Dari 1 Milyar Rupiah

oleh

Kudus, isknews.com – Target Pemerintah Kabupaten Kudus melalui Dinas Perindustrian Tenaga Kerja Koperasi dan UKM (Disnaker Perinkop dan UKM)  pada penyelenggaraan Kudus Expo 2019 yang menargetkan nilai transaksi  semiliar lebih telah benar-benar tercapai.

Hal itu terungkap saat Plt Bupati Hartopo memberikan sambutannya pada Closing Ceremony penutupan gelaran Expo yang berlangsung selama 5 hari yang melibatkan 60 stan indoor dan 99 stan outdoor tersebut, disampaikan oleh Hartopo bahwa nilai transaksi dari 60 IKM tersebut mencapai angka sekitar 1,2 Milyar Rupiah.

Plt Bupati Kudus HM Hartopo saat Closing Ceremony Kudus Expo 2019 (Foto YM)

Hartopo berharap pencapaian tersebut menambah keberagaman IKM di Kudus serta dukungan dari Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi dan UKM (Disnaker Perinkop dan UKM) Kudus.

“Pencapaian yang sangat luar biasa, 60 IKM saja mencapai transaksi 1 milyar lebih, belum termasuk stan yang lainnya. Semoga peningkatan kualitas IKM dapat terkenal tak hanya nasional namun juga internasional. Semua itu dapat terwujud secara maksimal dengan dukungan dinas terkait,” terangnya.

TRENDING :  Germas dan Layanan Kesehatan Ikut Disorot Dalam HKN

Penyelenggaraan pameran Usaha Kecil Menengah (UKM) terbesar di Kabupaten Kudus sukses besar. Sekitar 42 ribu masyarakat baik dari Kudus maupun luar daerah berkunjung ke pameran yang berlangsung selama lima hari tersebut.

Para pemenang stand terbaik saat berpose bersama Plt Bupati Kudus HM Hartopo dan isteri serta Kepala Disnaker Perinkop dan UKM Kudus Bambang Tri Waluyo (Foto: YM)

Plt. Bupati Kudus H.M. Hartopo beserta Mawar Hartopo saat menutup pameran di Alun-Alun Kabupaten Kudus juga mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat.

“Tingginya jumlah pengunjung menunjukkan keingintahuan masyarakat yang besar terhadap UKM di Kabupaten Kudus. Hal tersebut dapat menjadi penyemangat wirausahawan meningkatkan kualitas hasil produksinya,” terang dia.

H.M. Hartopo mendorong agar potensi yang luar biasa tersebut terus dimaksimalkan. Selain menumbuhkan perekonomian, Kudus Expo juga mengenalkan keberagaman budaya di Kudus.

TRENDING :  Six Asik Liquid Semarang 6th Anniversary oleh Sukun MLD

Sebagai tambahan informasi, 60 Industri Kecil Menengah (IKM) yang memamerkan hasil produksinya berasal dari desa unggulan di sembilan kecamatan di Kudus.

“Luar biasa sekali potensi IKM binaan karena dapat menarik banyak wisatawan. Semoga terus semangat meningkatkan kualitas hasil produksinya,” harapnya.

Dalam penutupan pameran, diumumkan pula pemenang stan terbaik dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan IKM. Pemenang pertama kategori OPD diraih oleh Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus, pemenang dua diraih oleh stan Kecamatan Dawe, dan pemenang ketiga diraih oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).

Sementara itu, trofi bagi stan terbaik kategori IKM diserahkan oleh Ketua Dekranasda Mawar Hartopo. Pemenang pertama stan terbaik diraih oleh Kopi Muria Tasty dan Madu Multiflora, pemenang kedua diraih oleh Batik Muria, dan pemenang ketiga diraih oleh Muria Indah Go Green (MI2G).

TRENDING :  Erwin Santoso : UKM Harus Ambil Kesempatan Berkembang Melalui Media Internet

Satu stan atau gerai, biasanya akan diisi satu hingga tiga pelaku usaha. Guna mempromosikan serta men-display barang dagangannya. Anggaran untuk penyelenggaraan pameran tersebut mencapai Rp 700 juta.

Kepala Disnaker Perinkop dan UKM Bambang Tri Waluyo mengungkapkan pameran lima hari tersebut tak hanya menampilkan berbagai stan, tapi juga bursa kerja. Dari ribuan pelamar, sekitar 257 pelamar diterima melalui seleksi saat Kudus Expo berlangsung.

“Tak hanya mengenalkan keragaman UKM Kabupaten Kudus, kami membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat,” ungkap Bambang. (YM/YM)



KOMENTAR SEDULUR ISK :