Kudus, isknews.com – Setelah sebelumnya ribuan siswa di Kudus menggelar doa bersama jelang Ujian Nasional dan korban kebiadaban teroris di Selandia Baru.
Giliran pagi tadi ratusan siswa Sekolah Dasar (SD) Muhammadiyah 1 Kudus, menggelar shalat gaib, di halaman sekolah swasta tertua di kota kretek ini, sebelumnya di lakukan shalat dhuha berjamaah.
Di pimpin oleh Ustadz Thamrin guru agama di SD swasta tertua di kota kretek ini, suasana shalat gaib berlangsung dalam khidmat, diikuti oleh seluruh siswa, mereka memanjatkan doa untuk korban.
Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 1 Kudus, Senin Budiarto, kepada media ini mengatakan, Shalat Ghaib yang di gelar di sekolahnya adalah untuk keprihatinan sesama muslim akibat kekejaman yg terjadi di Masjid Annur Selandia Baru.

“Sesuai ajakan Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang menghimbau umat islam untuk mendoakan arwah umat islam yang gugur akibat tragedi penembakan oleh teroris di Christchurch Selandia Baru (New Zealand), Ini sebagai dukungan dan bentuk solidaritas kepada seluruh korban, yang namanya musibah sebagai muslim kita turut serta di dalamnya,” katanya, Senin (18/03/2019).
Ia berharap, seluruh korban meninggal dunia kusnul khatimah dan mati dalam keadaan syahid. Tetap teguh iman, dan keislaman dan tidak membeda-bedakan agama lain.
“Perlu dipahami bahwa itu teroris. Tidak satupun ajaran agama yang mengajarkan memberikan tolerir kepada teroris,” tuturnya.
Seperti diketahui, pada Jumat (15/03/2019) kemarin, seorang warga melakukan penyerangn dengan menembaki jamaah di dua masjid di Selandia Baru. Atas kejadian ini, sebanyak 49 orang meninggal dunia. Pelaku penembakan kini telah ditangkap oleh aparat kepolisian setempat. (YM/YM)









