Kudus, isknews.com – Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM) memberikan pelatihan produksi dan pemasaran NUIGA (Nugget Ikan Gabus Kaya Albumin) kepada warga Desa Ketanjung, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, Sabtu (01/02/2025).
Kegiatan ini merupakan bagian dari Hibah Riset Muhammadiyah Batch VIII Tahun 2024/2025.
Pelatihan tersebut merupakan inisiatif dosen-dosen UMKU untuk mendorong pemanfaatan potensi sumber daya lokal, khususnya ikan gabus yang banyak ditemukan di area rawa, sawah, dan sungai di sekitar Desa Ketanjung.
Sayangnya, ikan ini selama ini hanya dikonsumsi secara sederhana dan belum dikembangkan menjadi produk olahan yang tahan lama dan bernilai ekonomi.
Tim pelaksana yang terdiri dari tiga dosen yakni, Zaenal Fanani, M.Sc, Muhammad Ridwanto, M.Gz, dan Yunus Mustaqim, M.E.Sy serta dua mahasiswa, Maya Eka Mutiara dan Nadia Amelia Cristy, memberikan pelatihan kepada 30 orang peserta dari kalangan ibu-ibu Pimpinan Ranting Aisyiyah Ketanjung.
Dalam penjelasannya, Zaenal Fanani menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya untuk mengenalkan produk inovatif, tetapi juga untuk membangun kesadaran masyarakat terhadap potensi besar yang dimiliki desa.
“NUIGA bukan hanya makanan, tetapi peluang usaha. Ikan gabus kaya akan albumin, sangat bermanfaat bagi kesehatan, dan bisa menjadi produk unggulan desa jika dikelola dengan tepat. Kami ingin masyarakat tidak hanya tahu cara membuatnya, tapi juga bisa menjualnya,” ujarnya.
Pelatihan ini dilakukan pada dua sesi, yaitu Sabtu tanggal 1 dan 15 Februari 2025, dan berlangsung di rumah salah satu anggota Ranting Aisyiyah di desa setempat.
Selain pelatihan teknis produksi, peserta juga dibekali dengan strategi pemasaran dasar agar mampu memasarkan produk NUIGA ke pasar lokal bahkan digital.

Kegiatan ini disambut dengan antusias oleh peserta. Salah satu peserta, Dewi Hartinah warga Ketanjung, menyampaikan kesannya.
“Saya baru tahu kalau ikan gabus bisa dibuat nugget dan ternyata banyak manfaatnya. Biasanya cuma digoreng atau dimasak buat anak-anak. Sekarang kami jadi punya ide untuk usaha sendiri. Terima kasih kepada dosen-dosen dari UMKU,” ujar Dewi.
Kegiatan ini diharapkan dapat memantik semangat wirausaha di kalangan warga, terutama ibu-ibu, serta memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal. (YM/YM)







