DPC APSI Kudus Dilantik Wadah Berhimpun Para Advokat Berlatar Sarjana Syariah

oleh
Ketua DPW APsi Jawa Tengah (Kiri) bersama Ketua DPC APSI Kudus saat memberikan keterangan kepada sejumlah awak media (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Wadah berhimpun bagi para advokat yang berlatar sarjana syariah dan sarjana hukum yang meminati praktik hukum dan syariah di Indonesia kini berdiri di Kudus.

APSI yang secara nasional didirikan dan dideklarasikan di Semarang pada 8 Februari 2003 oleh para praktisi hukum dan syariah. Siang tadi para pengurus Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Pengacara Syariah Indonesia (APSI) Kabupaten Kudus dilantik bertempat di Gedung Serbaguna Salam Residen Dersalam, Bae Kudus (26/08/2019).

Pelantikan dilakukan oleh ketua Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Pengacara Syariah Indonesia (APSI) wilayah Jawa Tengah, Mas Rohimin yang melantik Ahmad Nur Qodin sebagai Ketua DPC APSI Kabupaten Kudus bersama seluruh pengurus di jajaran DPC untuk masa periode 2019-2022.

Ditemui usai pelantikan, Mas Rohimin menyampaikan bahwa menurut
Undang-undang Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat pasal 32 ayat (3) telah memberikan pengakuan kepada APSI sebagai salah satu dari delapan organisasi advokat lainnya yang diberikan wewenang secara bersama-sama untuk menjalankan tugas dan wewenang sebagai organisasi advokat.

TRENDING :  Masih Diperiksa KPK Dua Plt Kepala Dinas Ini Diganti

Menurut dia pekerjaan advokat bukan untuk mengejar profit semata. Melainkan, harus bisa memastikan keadilan dan kepastian hukum klien, selama penyelidikan hingga putusan di pengadilan, advokat juga harus dapat membantu masyarakat lemah dalam mendapatkan akses hukum.

“Advokat juga harus memberikan bantuan hukum kepada pencari keadilan yang berasal dari kalangan kurang mampu,” tandanya, usai melantik 10 pengurus APSI Kudus dan melaunching ANQLaw Firm.

Mas Rohimin mengatakan, fungsi APSI adalah profesi yang bersinggungan dengan para penegak hukum. Oleh karenannya, APSI diminta untuk memberikan jasa hukum kepada masyarakat secara maksimal. Tanpa harus ada tebang pilih.

TRENDING :  Puluhan Ribu Bangunan di Kudus Tak Ber-IMB, Penertiban Terkendala Data Lapangan

“Siapapun bantuan, APSI kami pun menganjurkan sangat tidak tebang pilih kepada orang-orang yang mencari jasa hukum. Sehingga bisa lebih dirasakan oleh masyarakat,” katanya kepada awak media, Senin (26/8/2019).

Ia mengatakan, selain memberikan bantuan hukum. APSI ini juga sebagai mitra kepada masyarakat. Yakni dalam kegiatan secara sosial kepada masyarakat. Seperti sosialisasi tentang hukum kepada masyarakat secara umum.

“Sebagai fungsi sosial kegiatan APSI bisa juga nanti bisa bermita kepada masyarakat bantuan secara sosial. Yang jelas kegiatan ini adalah nanti kegiatan yang postifi yang bermanfaat. Bisa lebih baik dan ada sinerga dengan pemerintah Kabupaten Kudus,” ungkapnya.

Lebih lanjut, menurutnya pembentukan APSI di Kudus ini adalah yang ketiga kalinya. Sebelum DPC APSI dibentuk di Solo dan di Salatiga. Kedepan ada beberapa DPC APSI yang akan kembali dibentuk oleh DPW APSI Jawa Tengah.

TRENDING :  Sembilan Napi Terima Remisi Idul Fitri
Jajaran pengurus DPC APSI Kudus usai pelantikan (Foto: YM)

“Nantinya mungkin ada pelantikan DPC lagi. Seperti di Purworejo, Purwodadi, Demak, selanjutnya Batang,” jelasnya.

Dalam pelantikan itu, Dalam kesempatan itu ia mengatakan, APSI dibentuk di Kudus memiliki beberapa tujuan. Pertama yakni untuk menjadi seorang advokat yang memberikan bantuan hukum kepada masyarakat.

“Bisa mengakomodirs para sarjana syariah sesuai undang-undang nomor 18 tahun 2003 tentang advokat APSI secara secara menjadi pengacara. Serta nantinya diharapkan bisa menjadi advokat yang berkualitas dan bermartabat,” terangnya.

Ia mengatakan, selain pelantikan DPC APSI, pihaknya juga melakukan launching ANQ Law Firm di Kudus. Ia pun berharap agar badan hukum tersebut dapat menjalankan tugas selain pidana, perdata juga termasuk didalamnnya ada bantuan hukum terkait ekonomi. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :