Kudus, isknews.com – Keperkasaan Laskar Antasari kembali tak terbendung. Persiku Kudus kembali menelan hasil mengecewakan di ajang Pegadaian Championship 2025/2026. Bermain di Stadion Wergu Wetan, Jumat (10/10/2025) sore, Laskar Macan Muria harus mengakui keunggulan PS Barito Putera dengan skor 0-2.
Sejatinya, Persiku sempat membuka perjalanan kompetisi dengan baik setelah meraih kemenangan di laga perdana melawan PSIS Semarang dan mengantongi tiga poin penuh. Namun setelah itu, performa Persiku terjun bebas dengan mengalami kekalahan beruntun dari PSS Sleman, Persela Lamongan, dan Deltas FC. Kekalahan dari Barito menjadi yang keempat secara beruntun dan membuat posisi Persiku semakin sulit.
Dalam laga kontra Barito, Persiku sebenarnya tampil cukup berani di babak pertama. Akan tetapi, situasi berubah drastis setelah Dave Mustaine diganjar kartu merah pada menit tambahan waktu di babak pertama, setelah wasit meminta tinjauan ulang insiden melalui ideo assistant referee (VAR).
Meski bermain dengan sepuluh orang, Persiku masih berusaha menahan gempuran lawan. Namun di babak kedua, Barito memanfaatkan keunggulan jumlah pemain. Pada menit ke-61, Fabiano da Rosa Beltrame berhasil memaksimalkan peluang dan mencetak gol pembuka bagi Barito.
Drama krusial terjadi di masa injury time babak kedua. Aldo Claudio terlibat insiden di kotak terlarang yang membuat wasit melakukan tinjauan melalui VAR. Setelah VAR, wasit mengganjar Aldo Claudio kartu merah pada menit 90+10 dan menunjuk titik putih untuk Barito.
Penalti dieksekusi dan dikonversi menjadi gol oleh Jaime Jose Moreno Ciorciari pada menit 90+12, yang menjebol gawang Persiku yang dijaga Eko Saputro, sekaligus memastikan kemenangan 0-2 bagi tim tamu.
Pertandingan ini juga diwarnai kartu untuk ofisial Persiku, Suhartono, serta kartu bagi pelatih Barito, Alessandro Stefano Cugurra Rodrigues. Laga yang dipimpin wasit Ikhsan Prasetya Jati dengan dukungan VAR Idfi Akbar Patha Sanduan itu disaksikan 2.002 penonton.
Pelatih Kepala Persiku Kudus, Alfiat, pada sesi konferensi pers usai pertandingan meminta maaf karena belum bisa memberikan hasil terbaik. Ia menilai di babak pertama para pemain sebenarnya bermain bagus, bahkan Barito tidak memiliki peluang mencetak gol. Taktik yang disiapkan juga berjalan sesuai rencana, namun kesalahan mendasar membuat situasi berubah.
Menurutnya, pelanggaran yang dilakukan Dave Mustaine di akhir babak pertama adalah kesalahan konyol yang seharusnya bisa dihindari.
“Padahal ada VAR, saya berkali-kali menekankan kepada pemain, jangan buat pelanggaran yang sangat konyol, seperti memukul atau menyikut. Ketika kita kalah jumlah, di situ saya sangat sangat sangat marah pada pemain,” ungkap Alfiat usai laga.
Ia juga menyesalkan kesalahan berikutnya yang dilakukan Aldo Claudio di menit-menit akhir. Pelanggaran tersebut berujung kartu merah dan penalti yang membuat lawan menutup laga dengan gol kedua. Meski demikian, Alfiat tetap mengapresiasi kerja keras para pemain yang sudah berjuang maksimal.
“Kami minta maaf kepada semua pendukung, manajemen, jajaran pelatih, dan lainnya, kami minta maaf sebesar-besarnya,” ujarnya.
Diketahui, gol PS Barito Putera ke gawang Persiku tercipta pada menit ke-61 melalui sepakan Fabiano Beltrame dan pada menit 90+12 lewat penalti Jaime Jose Moreno. Atas hasil ini, Persiku akan melakukan banyak evaluasi dan berbenah untuk laga selanjutnya melawan Persipal Palu yang dijadwalkan berlangsung pada 17 Oktober 2025 di Stadion Wergu Wetan Kudus.
Di sisi lain, raihan tiga poin di kandang Persiku disyukuri oleh Barito Putera. Pelatih Kepala PS Barito Putera, Stefano Cugurra atau akrab disapa Coach Teco, mengakui permainan Persiku sangat bagus terutama di babak pertama. Menurutnya, pertandingan tidak mudah karena kedua tim sama-sama kuat dalam bertahan.
Namun, momen kartu merah di akhir babak pertama membuat Barito mulai mendapatkan peluang.
“PS Barito bermain lebih bagus saat babak kedua. Hasil dua gol hari ini penting bagi kami untuk tetap bertahan di nomor satu klasemen sementara Grup Timur Pegadaian Championship 2025/2026,” terang Teco. (YM/YM)








