Edukasi Anti-Perundungan Lewat Film, Pemkab Kudus Gaungkan Zero Bullying

oleh -142 Dilihat
Bupati Kudus Samani Intakoris saat memberikan sambutan sebelum nonton bareng, (Foto: Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

Kudus, isknews.com – Upaya penguatan karakter generasi muda terus digencarkan Pemerintah Kabupaten Kudus melalui Sosialisasi Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) dengan media film bertema cyberbullying. Kegiatan ini digelar di Bioskop NSC Kudus, Rabu (1/4/2026).

Acara tersebut dibuka langsung oleh Bupati Kudus Sam’ani Intakoris sebagai wujud komitmen pemerintah daerah dalam mencegah dan menekan kasus perundungan di lingkungan pendidikan.

Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa program Zero Bullying Tahun 2026 menjadi salah satu fokus utama Pemkab Kudus. Program ini, menurutnya, membutuhkan dukungan dari seluruh elemen, mulai dari sekolah, orang tua, hingga aparat penegak hukum.

Ia menjelaskan, pemanfaatan film sebagai media edukasi dinilai efektif untuk memberikan pemahaman kepada siswa, guru, dan orang tua terkait bahaya perundungan, khususnya di era digital. Dengan pendekatan yang lebih menarik, diharapkan pesan yang disampaikan dapat lebih mudah diterima.

Film ini menjadi salah satu media informasi dan edukasi. Selain film, masih banyak media lain seperti televisi, radio, hingga media sosial yang bisa dimanfaatkan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bupati menekankan pentingnya peran guru, khususnya guru Bimbingan dan Konseling (BK), dalam membuka ruang komunikasi dengan siswa. Menurutnya, keterbukaan anak untuk bercerita menjadi langkah awal dalam mendeteksi potensi perundungan sejak dini.

Anak-anak harus diberi ruang untuk curhat kepada guru maupun orang tua. Dari situ bisa dilakukan deteksi awal agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tambahnya.

Selain itu, kolaborasi dengan Polres Kudus juga terus diperkuat melalui kegiatan sosialisasi langsung ke sekolah-sekolah. Langkah ini dilakukan untuk memberikan pemahaman sekaligus pencegahan secara berkelanjutan.

Tak hanya menyasar siswa, edukasi juga diberikan kepada tenaga pendidik. Pasalnya, potensi perundungan tidak hanya terjadi antar siswa, tetapi juga bisa melibatkan guru.

Dalam upaya pencegahan, Pemkab Kudus turut memaksimalkan pengawasan di lingkungan sekolah dengan pemanfaatan teknologi, seperti pemasangan CCTV di ruang kelas maupun area umum seperti kantin dan sudut sekolah.

Selain itu, dukungan dari berbagai pihak seperti Komisi Perempuan dan Anak serta organisasi profesi guru juga turut dilibatkan guna memperkuat upaya pencegahan.

Bupati berharap, dengan sinergi yang terbangun serta pengawasan yang semakin ketat, kasus perundungan di Kabupaten Kudus dapat ditekan dan lingkungan pendidikan yang aman serta nyaman dapat terwujud. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :